Ratu Wulla Kunjungi Posko Covid-19 Sumba Timur

SUMBA TIMUR (23 April): Anggota Tim Pengawasan Pandemi Covid-19 DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla dari Fraksi NasDem, Kamis (23/4) melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Sumba Timur, NTT untuk mengadakan rapat bersama mengenai pelaksanaan penanganan Covid 19 di daerah tersebut.

Rapat tersebut dihadiri Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora dan Direktur RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur, dr Lely Harakai serta beberapa SKPD terkait dan tim gugus Covid-19 Sumba Timur.

"RSUD Umbu Rara Meha sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 tentu mempunyai kesiapan dalam menghadapi pandemi ini," ujar Ratu Wulla dalam rapat tersebut. 

Legislator NasDem itu mengatakan, sebagai tim pengawas DPR RI, kunjungan ke rumah sakit rujukan perlu dilakukan. 

"Ini semua untuk mengetahui kesiapan pemerintah daerah dan RSUD Umbu Rara Meha Sumba Timur dalam menghadapi pasien yang terinveksi pandemi Covid-19," kata anggota DPR RI dari dapil NTT II itu. 

Dokter Lely Harakai menyampaikan RSUD Umbu Rara Meha tentu siap melakukan perawatan pasien positif Covid-19. Tetapi masih banyak kebutuhan dasar yang belum tersedia.

 

"Misalnya kebutuhan seperti ventilator untuk ruangan isolasi, alat pelindung diri (APD) komplit dan alat rapid test," ujarnya.

 

Menurut Direktur RSUD Umbu Rara Meha itu, saat ini sesuai hasil rapid test, sudah ada satu orang warga Sumba Timur yang positif Covid-19. Namun ada kesulitan ketika membutuhkan transportasi udara untuk melakukan test swab di Surabaya agar benar-benar dapat dipastikan bahwa pasien tersebut betul-betul positif Covid-19 atau negatif.

Menyikapi hal tersebut, Ratu Wulla memberikan support kepada Pemerintah Daerah Sumba Timur dan Direktur RSUD Umbu Rara Meha untuk tetap semangat dan menjalankan tugas kemanusian. 

"Untuk menjawab kebutuhan Bupati Sumba Timur dan RSUD Umbu Rara Meha, selaku Tim Pengawasan DPR RI Pandemi Covid-19, kami meminta agar pemerintah daerah, dinas kesehatan dan RSUD Umbu Rara Meha untuk segera membuat permohonan kebutuhan kelengkapan untuk pelayanan medis bagi pasien yang terpapar Covid-19 untuk selanjutnya disampaikan kepada Kementerian Kesehatan RI untuk segera ditindaklanjuti," jelasnya.

Setelah rapat, Ratu Wulla melakukan kunjungan ke Gugus Tugas Posko Covid-19 Kabupaten Sumba Timur untuk melihat secara langsung kesiapan dalam menjalankan tugasnya. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Rumah Karantina Covid -19 di Puskesmas Kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur. 

Kabupaten Sumba Timur saat ini bersikap tegas dalam menyikapi pandemi Covid-19 dengan melakukan karantina selama 14 hari bagi orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) yang datang dari luar daerah. 

"Saya selalu berdoa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir," harapnya.(HH/*)

Add Comment