Yessy Salurkan Bantuan Penanganan Limbah Infeksius B3
NANGA PINOH (2 Juni): Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai NasDem, Yessy Melania bersama Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 (PKPLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Sinta Saptarina Soemiarno menyalurkan bantuan untuk penanganan limbah infeksius B3 Covid-19 di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Kegiatan dengan tema Sosialisasi Penanganan Limbah Infeksius B3 Covid-19 pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) dihadiri Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Melawi, Dinas Pertanian Melawi, Dewan Adat Dayak (DAD), Nahdlatul Ulama (NU) Melawi, Palang Merah Indonesia (PMI) Melawi, pengurus RSUD Melawi, Forum Pemuda Dayak (Fopad) Melawi, dan perwakilan masyarakat Melawi.
Yessy menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kementerian LHK yang telah peduli kepada Kabupaten Melawi serta respon cepatnya atas usulan kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) terkait penanganan limbah Covid-19.
"Saya mengajak komunitas dan organisasi perwakilan yang hadir untuk berperan menjadi pembawa cerita atau aktor sehat Melawi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Melawi dalam mengelola limbah Covid-19 serta perlakuan-perlakuan yang bisa dilakukan masyarakat untuk limbah Covid-19," ujar Legislator NsDem itu, Selasa (2/6).
Yessy berharap, perwakilan hadirin untuk mengedukasi masyarakat Kabupaten Melawi terkait penanganan limbah Covid-19.
"Kesadaran bersama dan gotong royong merupakan langkah paling efektif dalam penanganan limbah Covid-19," imbuhnya.
Dalam Kesempatan ini, Legislator Millenial NasDem itu juga memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK.
"Pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang sehat bagi jasa pengolah dan pengangkutan limbah medis. Rendahnya investasi usaha bidang ini salah satunya diakibatkan oleh perizinan yang rumit. Saya berharap perizinan dapat disederhanakan dan dipangkas se-efektif mungkin," pintanya.
Menurut Srikandi NasDem itu, pemerintah perlu mengembangkan skema pembiayaan dalam rangka mendukung pengelolaan limbah medis yang sangat membebani fasilitas pelayanan kesehatan di masa-masa sulit seperti sekarang.
"Wabah Covid-19 seharusnya dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah B3. Penerapan pemilahan sampah dan limbah B3 sedari sumber merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui limbah medis," paparnya.
Secara simbolis pada kesempatan tersebut Yessy Melania menyerahkan bantuan sarpras penanganan limbah untuk fasilitas pelayanan kesehatan dari Kementerian LHK berupa lima motor disinfektan untuk DLH Kabupaten Melawi dan 200 APD, 7000 plastik khusus, dan drop box 35 untuk RSUD Melawi.
Direktur PKPLB3 Kementerian LHK, Sinta Saptarina Soemiarno mengatakan, dirinya merasa senang dengan terealisasinya sosialisasi virtual terkait penanganan limbah infeksius Covid-19.
"Apresiasi untuk Ibu Yessy dan tim yang sangat cepat merespon kegiatan ini. Saya juga berharap forum dan bantuan yang nanti diterima dapat meningkatkan support pemerintah terhadap daerah dalam penanganan limbah dan pandemi Covid-19 bisa segera berlalu serta dikendalikan di Kabupaten Melawi," tandasnya.(HH/*)