Dua Kali Jatuh, DPR Minta Kemenhan, TNI Investigasi Heli Buatan Rusia

JAKARTA (7 Juni): Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI melakukan investigasi intensif atas insiden jatuhnya Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, Sabtu, (6/6).

"Kemenhan dan TNI perlu melakukan investigasi intensif terhadap beberapa kejadian kecelakaan MI-17 ini," kata Willy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6).

Helikopter buatan Rusia itu merupakan heli angkut milik TNI AD yang paling banyak dipakai dalam misi latihan maupun misi pengiriman logistik dan pasukan.

Investigasi itu menjadi semakin penting karena sudah ada kecelakaan helikopter sejenis setahun yang lalu, di kawasan Oksibil, Papua, dalam misi pengiriman logistik pasukan.

"Kejadian sebelumnya di Oksibil dimulai dengan kehilangan kontak. Tampaknya tidak mungkin dengan yang di Kendal. Ini perlu penyelidikan mendalam," kata Legislator Partai NasDem tersebut.

Helikopter M-17 milik TNI AD dilaporkan jatuh dalam penerbangan dari Oksibil ke Jayapura, Papua, Jumat, 28 Juni 2019 pada pukul 11.49 WIT.

Sempat terkendala cuaca buruk, pencarian heli baru membuahkan hasil pada Februari 2020 atau sekitar 8 bulan kemudian. Tim evakuasi hanya menemukan 12 jenazah awak helikopter. Sementara, tujuh jenis senapan serbu SS-1, tiga pistol, dan satu pelontar granat alias GLM, raib. []

Add Comment