Hindari Ledakan Penyakit, Perluas Imunisasi Sejak Dini
JAKARTA (1 Juli): Berbagai upaya pencegahan penyebaran penyakit harus konsisten dilakukan untuk menghindari terjadinya ledakan penyakit di masa datang. Cakupan imunisasi harus diperluas sejak dini dengan memperkuat data base dan kesadaran masyarakat.
“Di tengah potensi ancaman sejumlah penyakit saat ini, berbagai upaya untuk mencegah ancaman itu terjadi harus terus dikedepankan dalam rangka melindungi setiap warga negara,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/7).
Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 pada pertengahan Mei 2022 lalu untuk seluruh provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Selanjutnya tahap II dilaksanakan mulai Agustus 2022 bagi provinsi di Jawa dan Bali.
Menurut Lestari yang akrab disapa Rerie, program imunisasi anak yang dicanangkan pemerintah harus mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan.
Apalagi, kata Legislator NasDem itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19, dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.
BIAN dengan vaksin yang disediakan pemerintah secara gratis, ujar Rerie, seharusnya mendapat perhatian dari banyak pihak.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan di Pusat dan daerah ikut mendorong agar BIAN dimanfaatkan masyarakat secara luas.
Secara umum, ujar Rerie, pemerintah telah menyusun sejumlah strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Strategi itu, tambah anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem itu, di antaranya menambah tiga jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi.(*)