Yoyok Tekankan Pentingnya Sinergi Antarstakeholder Dukung Kesejahteraan Rakyat

BANTEN (27 Maret): Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menekankan pentingnya sinergi antarstakeholder dan regulasi yang mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu ia sampaikan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Provinsi Banten, Rabu (26/3/2025) untuk menyerap aspirasi serta mengawasi kebijakan di bidang pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, dan sarana publikasi publik.

Menurut Yoyok, setiap stakeholder, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan media, harus memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tax lane-nya itu harus jelas, bagaimana agar mitra dan stakeholder yang ada, baik UMKM, industri kreatif, maupun pariwisata, bisa benar-benar satu tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Namun, ia menyoroti bahwa koordinasi antarkementerian dan stakeholder masih menjadi tantangan.

“Koordinasi itu mudah diucapkan, tapi dalam praktiknya sering tidak berjalan efektif. Misalnya, saat pariwisata mengalami penurunan, justru ada kebijakan yang membuat tiket pesawat ke luar negeri lebih murah dibanding tiket domestik. Ini kan ironis,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti arus impor yang terlalu deras, yang berakibat pada persaingan berat bagi industri kreatif dan UMKM lokal.

“Di satu sisi, kita punya program besar untuk menumbuhkan UMKM dan industri kreatif, tapi di sisi lain, impor dibiarkan terbuka lebar. Kalau begini, bagaimana kita bisa bersaing?” katanya.

Yoyok menekankan bahwa ekosistem ekonomi harus terintegrasi, dengan kebijakan yang sejalan antara pemerintah pusat dan daerah.

“Satu pemerintahan harus seiring seirama. Jangan satunya ke kanan, satunya ke kiri. Kalau tidak, kebijakan yang dibuat tidak akan efektif,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan terkait regulasi, Yoyok menyatakan bahwa regulasi seharusnya menjadi alat untuk menciptakan solusi, bukan hambatan.

“Regulasi dibuat untuk membatasi yang perlu dibatasi, menciptakan inovasi, dan meningkatkan sektor-sektor yang masih kurang berkembang. Regulasi tidak boleh dibuat untuk kepentingan kelompok atau individu tertentu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa regulasi yang tepat akan membantu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi UMKM dan industri kreatif lokal.

Terkait potensi Banten, Yoyok menilai provinsi itu memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, tetapi masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan ekonomi.

“Siapa sih yang tidak kenal Banten? Potensi pariwisata dan budayanya sangat besar. Tapi kita tahu sendiri, secara ekonomi masih banyak tantangan,” katanya.

Ia optimistis masyarakat Banten memiliki mental pejuang yang mampu menghadapi kesulitan. Namun, ia mengingatkan bahwa kekompakan dan kerja sama adalah kunci untuk keluar dari tantangan ekonomi saat ini.

“Di saat sulit seperti ini, manusia punya naluri untuk bertahan dan berjuang. Tapi kita harus hadapi bersama, jangan sampai ada pihak yang mencari keuntungan di tengah kesulitan,” pungkasnya.

Dalam kunjungan itu, Yoyok menegaskan bahwa kunci utama peningkatan kesejahteraan di Banten adalah sinergi, regulasi yang mendukung, serta pengelolaan ekonomi yang terarah.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah bisa lebih solid dalam merumuskan kebijakan, sehingga sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Banten bisa tumbuh optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (dpr/*)

Add Comment