Kemoterapi Kini Bisa Diakses BPJS di Sukabumi
SUKABUMI (9 Januari): Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki meninjau langsung layanan kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut, Kamis (9/1). Kunjungan itu menandai dimulainya layanan kemoterapi yang kini resmi dapat diakses masyarakat melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
Bagi Ayep, kehadiran layanan ini menjawab persoalan lama yang selama ini dihadapi pasien kanker di Sukabumi. Selama bertahun-tahun, mereka harus dirujuk ke luar daerah untuk menjalani kemoterapi dengan biaya, waktu, dan beban psikologis yang tidak kecil.
“Ini langkah penting agar masyarakat Sukabumi tidak lagi harus berobat jauh hanya untuk mendapatkan layanan kanker yang berkelanjutan dan terjangkau,” kata Ayep di sela peninjauan.
Layanan tersebut tidak hadir secara instan. Ayep mengakui, prosesnya melalui jalan panjang. Pada November tahun lalu, Pemerintah Kota Sukabumi melakukan audiensi langsung dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Ghufron Mukti. Dalam pertemuan itu, Pemkot secara khusus mendorong agar layanan kemoterapi dapat ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan dan bisa dilaksanakan di RSUD Bunut.
Sejak pertemuan tersebut, pemerintah daerah terus melakukan pemenuhan persyaratan, mulai dari kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga sistem layanan. Upaya itu akhirnya berbuah hasil. Pada Desember 2025, persetujuan resmi diterbitkan. Terhitung mulai Januari 2026, RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut secara resmi ditetapkan sebagai penyelenggara pelayanan kemoterapi dengan pembiayaan BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, hari ini layanan itu sudah bisa dimanfaatkan oleh warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar,” ujar Ayep yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi.
Ia menegaskan, kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh berhenti pada tataran regulasi. Negara, menurut Ayep, harus memastikan layanan kesehatan benar-benar hadir dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperkuat fasilitas, tenaga medis, serta sistem pelayanan di RSUD Bunut.
Dengan beroperasinya layanan kemoterapi ini, Sukabumi menambah satu simpul penting dalam upaya pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan berbiaya tinggi.
“Insyaallah, RSUD kita akan terus dikembangkan agar menjadi rumah sakit rujukan yang semakin lengkap, profesional, dan tetap humanis,” tutur Ayep.
(*/WH/AS)