Jembatan Kembar Diproyeksikan Jadi Lokasi Monumen Galodo Sumatra

PADANG PANJANG (10 Januari): Pemerintah Kota Padang Panjang bersama anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem M Shadiq Pasadigoe (MSP) serta Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Sumbar–Riau mulai mematangkan rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatra sebagai tugu peringatan bencana, sekaligus pembangunan kembali musala. Tahap awal dimulai dengan peninjauan langsung lokasi yang direncanakan berada di kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Sumatra Barat.

Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di jalur perlintasan utama, sehingga monumen diharapkan mudah diakses serta memiliki nilai edukasi, refleksi kebencanaan, dan menjadi pengingat kolektif bagi masyarakat.

Ketua HBT Sumbar–Riau, Andreas Sofiandi, menjelaskan monumen dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban bencana galodo yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra. Ia menyebutkan, gagasan pembangunan monumen telah lama disampaikan kepada M Shadiq Pasadigoe dan kemudian dikomunikasikan kepada Gubernur Sumatra Barat, Bupati Tanah Datar, serta Wali Kota Padang Panjang.

“Rencananya akan kita bangun tugu Monumen Galodo Sumatra di lokasi ini. Monumen ini menjadi simbol penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat agar kita semua selalu waspada terhadap potensi bencana,” ujar Andreas di Padang Panjang, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, monumen direncanakan memuat nama-nama korban dari tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan opsi penyesuaian apabila terdapat kendala teknis maupun administratif.

“Jika memungkinkan, monumen akan memuat korban dari tiga provinsi. Tetapi jika ada keterbatasan, kami siap menyesuaikan dengan mencantumkan korban dari Sumatra Barat,” jelasnya.

Menurut Andreas, HBT telah berpengalaman dalam pembangunan monumen kebencanaan, di antaranya Tugu Gempa 2009 di Padang, monumen tsunami di Nusa Tenggara Timur, serta Palu.
Selain tugu monumen, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi dengan pembangunan musala yang berdampingan dengan monumen.

“Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur lintasan. Harapannya, masyarakat yang melintas dapat singgah, beristirahat, beribadah, sekaligus mendoakan para korban. Kami menargetkan monumen ini dapat diresmikan tepat satu tahun setelah terjadinya bencana,” tambahnya.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif HBT Sumbar–Riau yang memilih Padang Panjang sebagai lokasi pembangunan monumen tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Padang Panjang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan niat baik HBT. Ini merupakan bentuk empati dan kepedulian yang sangat berarti, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan monumen dan mushalla tersebut dapat menjadi simbol pengingat, sarana edukasi kebencanaan, serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.

“Kami berharap monumen ini menjadi tempat refleksi, doa, dan pembelajaran, sehingga ke depan masyarakat semakin siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” harapnya.

Sementara itu, Shadiq menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas rencana pembangunan Monumen Galodo Sumatra dan musala tersebut. Ia menegaskan dukungan penuhnya dan menyatakan telah langsung mengomunikasikan rencana ini dengan Gubernur Sumatra Barat, Bupati Tanah Datar, serta Wali Kota Padang Panjang, agar mendapat dukungan lintas pemerintah daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat sangat penting agar pembangunan monumen ini dapat segera terealisasi.

“Kami dari DPR RI akan mencoba mengomunikasikan dan mengawal rencana ini dengan pihak-pihak terkait. Ini adalah ide yang sangat baik, karena monumen tidak hanya berfungsi sebagai pengingat bencana, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang melintas,” ungkapnya.

Ia berharap monumen tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

“Semoga monumen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada, saling peduli, serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana ke depan,” tutupnya. (Tim media MSP/*)

Add Comment