Kenyamanan Kereta Api Harus Berorientasi pada Kebutuhan Penumpang

CIREBON (19 Januri): Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, menegaskan bahwa kenyamanan di dalam kereta api harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan penumpang.

Menurutnya, pelayanan perkeretaapian tidak hanya menitikberatkan pada ketepatan waktu dan operasional, tetapi juga pada pengalaman perjalanan yang nyaman dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jasa.

Fadholi menilai, konsep layanan berbasis kebutuhan penumpang dapat menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi publik.

Ia mengusulkan sejumlah penyesuaian fasilitas di dalam kereta, seperti penyediaan ruang ibadah yang layak, area membaca, serta pengaturan pencahayaan yang dapat disesuaikan dengan aktivitas penumpang selama perjalanan.

“Kalau mau membaca, ada lampu yang bisa diatur. Mau ibadah juga tersedia ruang yang layak. Ini soal kenyamanan,” ujar Fadholi dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026).

Selain itu, Fadholi juga menyoroti pengaturan suhu AC dan pencahayaan di malam hari yang dinilai terlalu dingin dan terlalu terang bagi sebagian penumpang, khususnya pada perjalanan jarak jauh.

Menurutnya, aspek teknis tersebut perlu menjadi bahan evaluasi penyedia layanan agar penumpang tetap merasa nyaman selama perjalanan.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menambahkan, penyesuaian fasilitas sederhana justru dapat memberikan dampak besar terhadap tingkat kepuasan masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi layanan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan masukan dari penumpang.

Komisi V DPR RI, lanjut Fadholi, berharap hasil kunjungan kerja spesifik itu dapat ditindaklanjuti oleh operator perkeretaapian guna mewujudkan layanan kereta api yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga semakin nyaman dan berorientasi pada kebutuhan penumpang. (dpr.go.id/*)

Add Comment