Tantangan Bakamla Menjaga Keamanan Maritim kian Kompleks
JAKARTA (19 Januari): Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menekankan pentingnya evaluasi kinerja Bakamla yang tidak hanya melihat capaian kuantitatif, tetapi juga dampaknya terhadap pengawasan laut, penegakan hukum, dan koordinasi antarlembaga.
“Pak Kepala Bakamla, saya ingin menarik garis besar dulu. Keamanan maritim hari ini makin kompleks, dan bagi Indonesia ini bukan sekadar urusan patroli, tapi urusan kedaulatan, keselamatan pelayaran, dan perlindungan jalur ekonomi,” ujar Amelia dalan RDP dengan Bakamla, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Amelia menyoroti dua fokus utama. Pertama, konsolidasi patroli, baik bersama maupun mandiri, sebagai wajah hadirnya negara di laut.
Kedua, penguatan sistem NMSS (National Maritime Surveillance System) untuk integrasi nasional C5ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) agar pengawasan lebih efektif dan respons lebih cepat.
Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menekankan capaian 2025 yang masih perlu diperbaiki.
“Misalnya patroli terkoordinasi ditargetkan 4 patroli tetapi capaian baru 2 patroli. Mohon dijelaskan, program atau target 2025 apa yang paling krusial belum tercapai, dan faktor penentunya apa, apakah anggaran, alutsista, SDM, kewenangan, atau koordinasi?” ujarnya.
“Lalu mohon dipetakan satu per satu, mana yang benar-benar jadi bottleneck utama, dan langkah korektifnya apa yang bisa terlihat nyata di 2026,” kata Amelia.
Terkait arah 2026, Amelia menyoroti alokasi anggaran Rp1,751 triliun yang baru mendukung sebagian proyek prioritas nasional.
“Di tengah kondisi itu, target operasional penguatan sistem pemantauan maritim dan integrasi data lintas instansi mau dikunci ke apa? Apakah single maritime picture, pusat kendali bersama, atau standar interoperability,” tambah Amelia.
Ia menegaskan, penguatan NMSS harus tetap menjadi prioritas agar sistem pengawasan laut nasional berjalan optimal, mengingat realisasi 2025 berada di kisaran 89,15%. (Yudis/*)