Koperasi Merah Putih Dinilai belum Memiliki Roadmap Jelas
JAKARTA (22 Januari): Anggota Komisi VI DPR RI, I Nengah Senantara, menyoroti berbagai persoalan dalam tahap awal pendirian dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Senantara menilai hingga kini Koperasi Merah Putih belum memiliki pemetaan pekerjaan dan roadmap yang jelas, sehingga berdampak langsung pada keberlangsungan koperasi di lapangan.
“Tadi teman-teman juga bertanya tentang Koperasi Merah Putih. Kalau saya, tidak masuk ke urusan Koperasi Merah Putih, karena dari pantauan saya mapping pekerjaannya belum jelas, berubah-ubah terus,” ujar Senantara dalan RDP Komisi VI DPR dengan Dirut Darmawan Prasodjo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia mengungkapkan temuan di daerah, di mana terdapat koperasi yang baru dibuka beberapa hari namun terpaksa tutup kembali akibat ketidakjelasan arah dan perencanaan.
“Ada di satu daerah koperasinya sudah dibuka beberapa hari malah langsung tutup karena tidak jelas. Ini roadmapnya nggak jelas. Jadi saya nggak masuk dengan urusan Koperasi Merah Putih,” ungkap Senantara.
Menurutnya. kondisi tersebut mencerminkan lemahnya kesiapan konsep dan implementasi program.
“Ini soal roadmap yang jelas. Tanpa itu, koperasi akan sulit bertahan,” tegasnya.
Senantara menekankan pentingnya pendekatan berbasis pemetaan persoalan, sebagaimana yang mulai diterapkan PLN dalam menangani berbagai masalah di daerah.
Legislator Fraksi Partai NasDem itu mendorong agar semangat pemetaan yang sistematis dan terukur juga diterapkan dalam pengembangan Koperasi Merah Putih, agar program tersebut benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti sebatas wacana kebijakan. (Yudis/*)