Potensi Perikanan Pandeglang dapat Menopang Program MBG
PANDEGLANG (23 Januari): Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, menilai Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya ikan air tawar.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi penunjang program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menopang kebutuhan ikan di wilayah Jakarta yang cukup tinggi.
“Pandeglang ini potensinya memang harus menjadi perhatian khusus KKP. Airnya bagus dan wilayahnya banyak yang bisa dimanfaatkan. Ini potensi besar yang ke depan bisa menopang program MBG,” kata Arif dalan Kunjungan Kerja Komisi IV DPR ke Balai Budidaya Ikan Air Tawar, Curug Barang, Pandeglang, Banten, Kamis (22/1/2026).
Legislator daerah pemilihan Banten I ini menyebutkan, jika budidaya ikan nila dan lele dapat dimaksimalkan, Pandeglang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah sendiri, tetapi juga berkontribusi sebagai daerah penyangga kebutuhan ikan untuk Jakarta.
“Kebutuhan ikan Jakarta cukup besar. Kalau budidaya di Pandeglang ini dimaksimalkan, tentu bisa menjadi penunjang,” ujarnya.
Arif menegaskan, kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Pandeglang merupakan bentuk komitmen DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat daerah.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap program pemerintah daerah agar budidaya ikan air tawar di Pandeglang dapat berkembang menjadi sentra nasional.
“Kami pasti mendukung program pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakatnya, supaya budidaya ikan nila dan lele di sini bisa menjadi sentra dan mendapat perhatian khusus pemerintah ke depan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan, pemerintah melalui KKP bersinergi dengan Komisi IV DPR RI dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil budidaya ikan di daerah.
“Kami sebagai unsur pemerintah dan mitra Komisi IV bersinergi untuk melihat langsung bagaimana situasi dan kondisinya. Tadi kami lihat sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Tb Haeru, KKP terus mendorong penguatan kebijakan budidaya ikan, termasuk menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menyebutkan, ikan nila dan lele ke depan akan menjadi komoditas andalan untuk mendukung program MBG.
“Nila dan lele ini ke depan menjadi andalan untuk mendukung makan bergizi gratis,” katanya.
Terkait persoalan pakan, Tb Haeru mengungkapkan KKP telah menindaklanjuti berbagai masukan dari Komisi IV DPR RI, pemerintah daerah, dan para pembudidaya. Ia menyebutkan, KKP tengah merumuskan langkah konkret untuk mengantisipasi persoalan pakan yang selama ini menjadi kendala utama.
“Barusan saya sudah menghubungi tim ahli kami untuk menelaah masukan yang ada. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita punya formulasi untuk mengantisipasi persoalan pakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selama ini KKP telah memberikan bantuan mesin pencetak pakan dan memiliki unit pelaksana teknis (UPT) pabrik pakan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup dan masih perlu diperkuat agar persoalan pakan dapat diselesaikan secara menyeluruh.
“Ini belum cukup tentunya. Kita ingin persoalan pakan ini bisa diselesaikan secara tuntas,” tegasnya.
Di sisi lain, Bupati Pandeglang Dewi Setiani menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Pandeglang sebagai lokasi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung seluruh program KKP dan DPR RI.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Pandeglang, kami mengucapkan terima kasih karena Pandeglang dipilih menjadi lokus kunjungan kerja Komisi IV DPR RI,” ujar Dewi.
Ia menilai sinergi antara DPR RI, KKP, dan pemerintah daerah merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan ekonomi masyarakat, serta pelaksanaan program prioritas nasional MBG.
“Sinergi yang nyata ini luar biasa untuk mendukung ketahanan pangan dan mendukung makan bergizi gratis yang menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya. (dpr.go.id/*)