Selama 2025, Subardi Realisasikan Program Aspirasi di Seluruh Wilayah DIY

SLEMAN (23 Januari): Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi, merilis program aspirasi sepanjang tahun 2025. Subardi melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berhasil merealisasikan 87 aspirasi masyarakat di lima kabupaten/kota se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebaran program aspirasi terbagi secara merata di DIY. Di Gunungkidul 21 aspirasi, di Sleman 26 aspirasi, di Bantul 14 aspirasi, serta Kulon Progo 26 aspirasi.

Bagi anggota Komisi VI DPR RI itu, jumlah aspirasi itu tidak dapat dikatakan kecil atau besar. Ia mencontohkan satu program aspirasi bisa mencakup ratusan warga, seperti saat penyerahan bantuan 12 ribu bibit pohon petai, durian, dan alpukat kepada masyarakat di 44 dusun di Kecamatan Patuk, Gunungkidul.

“Saya melihat program dari aspek manfaatnya. Misalnya 12 ribu bibit pohon, itu ada aspek ekonomi dan misi penghijauan karena 44 dusun di Patuk itu masuk dataran tinggi. Jadi, bagaimana caranya satu program harus memberi manfaatnya luar biasa,” kata Subardi di rumah aspirasinya, Papringan, Depok, Sleman, Rabu (21/1/2026).

Dari rekap aspirasi tersebut, program yang sudah direalisasikan antara lain pembangunan jalan aspal, balai pertemuan, lampu penerangan jalan umum (PJU), pengadaan tenda kursi balai desa, hingga mobil ambulans.

Selain pembangunan infrastruktur fisik, Ketua DPW NasDem DIY itu juga merealisasikan aspirasi pemasangan listrik gratis di Desa Serut, Gedangsari Gunungkidul dan pemindahan jaringan listrik di Sendangrejo Minggir Sleman.

“Fokus saya infrastruktur dusun, meski program yang lain juga masuk. Kalau infrastruktur bagus, mobilitas warga lancar, ekonomi dusun akan lancar,” tambahnya.

Subardi juga menjelaskan selama realisasi program banyak tantangan yang harus dituntaskan, misalnya pembangunan jalan desa di perbukitan menoreh, di Desa Kalirejo, Kokap, Kulonprogo. Jalan di desa yang berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu rusak parah. Kondisinya menanjak hingga sering terjadi kecelakaan.

Subardi menggandeng program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian Pekerjaan Umum hingga aspirasi masyarakat terealisasi. Kini jalan sepanjang sepanjang 550 meter dan lebar 3 meter tuntas dibangun.

“Ya itu di Kalirejo memang ada kendala. Tanjakan curam, kondisi berlumpur. Tapi kita bersyukur sudah tuntas,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Subardi berharap laporan aspirasi sepanjang 2025 menguatkan demokrasi partisipatif. Masyarakat menyampaikan aspirasi dan merasakan manfaatnya.

“Saya konsisten merilis rekap aspirasi setiap tahun. Ini bentuk keterbukaan kinerja dan demokrasi partisipatif,” pungkasnya. (NK/*)

Add Comment