Sri Wulan Nilai Paparan Anggaran Kemensos tidak Transparan

JAKARTA (29 Januari): Anggota Komisi VIII DPR RI, Sri Wulan, menyoroti lemahnya transparansi anggaran Kementerian Sosial, khususnya terkait target dan kinerja tahun 2026 yang tidak disertai perbandingan dengan realisasi tahun 2025.

Wulan menilai ketiadaan data pembanding antartahun menyulitkan DPR dalam melihat arah kebijakan anggaran serta perubahan program yang diusulkan Kemensos.

“Saya sedih sekali melihat data ini, Pak. Karena saya enggak bisa baca. Karena Bapak mengajukan di sini untuk menyampaikan target dan juga kinerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 atau yang sudah sedikit dilaksanakan. Tetapi tidak ada perbandingannya di 2025,” ujar Wulan dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pemaparan anggaran seharusnya menampilkan perbandingan yang jelas agar DPR dapat mengetahui adanya kenaikan, penurunan, maupun program baru.

“Tidak ada perbandingannya di sini, di 2025. Jadi kalau misalnya itu disandingkan, kita bisa melihat program apa yang nambah, program apa yang turun, dan program apa yang baru,” tegasnya.

Selain soal transparansi anggaran, Wulan juga mempertanyakan kejelasan sejumlah program yang dicantumkan dalam kerangka pemutusan mata rantai kemiskinan, seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Program Tiga Juta Rumah, dan Kopdes Merah Putih. Menurutnya, belum jelas apakah program-program tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemensos.

“Ini apakah masuk dalam yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial atau tidak? Karena ini masuk di dalam penjelasan dari Pak Menteri, jadi kita kurang paham di sini,” kata Wulan.

Legislator Partai NasDem itu juga meminta penjelasan mengenai progres Program Tiga Juta Rumah jika memang dimasukkan dalam paparan anggaran Kemensos.

“Kalau misalnya pun masuk di situ, progresnya sampai di mana?” ujarnya.

Meski demikian, Wulan menegaskan dukungan Komisi VIII terhadap penguatan anggaran, terutama untuk penanganan bencana. Ia mengapresiasi respons cepat Kemensos dalam penyaluran bantuan, sekaligus menekankan pentingnya kehadiran negara.

“Kalau untuk bencana, kita support berapa pun penambahannya. Yang penting negara hadir buat masyarakat,” pungkas Wulan. (Yudis/*)

Add Comment