Perketat Pemeriksaan Kesehatan Petugas yang Dikirim ke Daerah Transmigrasi
JAKARTA (4 Februari): Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, meminta Kementerian Transmigrasi untuk memperketat standar pemeriksaan kesehatan dan mental bagi para penerima beasiswa atau petugas lapangan yang akan dikirim ke daerah transmigrasi.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul kabar duka meninggalnya dua petugas muda saat menjalankan pengabdian di kawasan transmigrasi. Salah satu kejadian dilaporkan terjadi pada Oktober 2025 di Fakfak, Papua Barat, saat tim melakukan perjalanan lapangan menuju wilayah terpencil dengan medan berat dan akses terbatas, sementara satu kejadian lainnya dalam rangkaian penugasan program transmigrasi di daerah tujuan.
“Turut berduka cita kepada dua anak kita, adik kita yang berpulang saat bertugas. Ke depannya aspek kesehatan juga harus diperhatikan betul karena mungkin kadang-kadang mahasiswa ini terlalu bersemangat ingin mengabdi, tidak tahu bagaimana kondisi daerah pengabdiannya mereka,” kata Teguh dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Lebih lanjut, Teguh menilai, semangat pengabdian yang tinggi dari para pemuda sering kali membuat mereka mengabaikan kondisi fisik akibatnya beratnya medan di lokasi penempatan.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar Kementerian Transmigrasi tidak hanya fokus pada seleksi akademis, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan pengetahuan tentang wilayah tujuan.
Legislator asal Sulawesi Selatan ini mengusulkan adanya program pengayaan atau sosialisasi pra-keberangkatan yang lebih komprehensif. Hal ini bertujuan agar SDM yang dikirim benar-benar siap menghadapi tantangan di daerah transmigrasi, baik secara mental maupun fisik.
“Hanya berdasarkan semangat, tapi juga harus mereka betul-betul mempersiapkan diri baik itu secara kesehatan, mental, fisik, dan juga tentu pengetahuan yang baik terhadap daerah yang akan ditujunya. Dan mungkin harus ada semacam, mungkin sudah dilakukan saya kurang tahu, ada semacam pengayaan dulu, ada semacam sosialisasi dulu sebelum berangkat supaya mereka jauh lebih siap ketika dikirim,” tegasnya.
Meski memberikan catatan evaluasi, Teguh tetap mengapresiasi program revitalisasi dan transformasi yang dicanangkan Menteri Transmigrasi dan berharap program tersebut semakin sukses di tahun 2026.
“Tapi secara umum saya ingin mengapresiasi terhadap program-programnya dan mudah-mudahan bisa teramplifikasi lebih besar lagi di tahun 2026 ini,” tutup Teguh. (dpr.go.id/*)