Faridawaty Ajak Warga Kalteng Sambut Ramadan dengan Semangat Kebersamaan
PALANGKA RAYA (6 Februari): Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh mengajak umat Muslim untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan keharmonisan.
Ajakan tersebut disampaikan Faridawaty menjelang datangnya Ramadan, dengan harapan bulan suci ini dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, baik di lingkungan keluarga maupun di tengah masyarakat.
“Ramadan merupakan momen berharga untuk kembali pada nilai-nilai kebaikan, saling peduli, dan memperkuat kebersamaan, terutama dalam lingkungan keluarga,” ujarnya, Kamis (5/2).
Faridawaty yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah itu menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadan tidak hanya berkaitan dengan ibadah personal, tetapi juga mencakup hubungan sosial antarsesama.
Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti berbuka puasa bersama, salat tarawih, maupun berbagi cerita sehari-hari, dapat memperkuat ikatan emosional dan menciptakan suasana yang penuh kasih sayang.
Ia juga mendorong peningkatan berbagai kegiatan sosial selama Ramadan, seperti pembagian takjil, sedekah kepada kaum dhuafa, serta aksi-aksi sosial lainnya yang dapat menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial.
“Setiap langkah kecil yang dilakukan untuk membantu sesama akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan bersama,” katanya.
Faridawaty menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalteng yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Menurutnya, Ramadan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat toleransi antarumat.
“Kalimantan Tengah adalah rumah bersama. Ramadan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat toleransi antarumat,” jelasnya.
Ia berharap, nilai-nilai kekeluargaan dan keharmonisan yang tumbuh selama Ramadan tidak berhenti saat bulan suci berakhir, tetapi terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga fondasi untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan penuh kepedulian,” pungkasnya.
(WH/AS)