Syarif Fasha Apresiasi Perusahaan Migas Swasta yang Mampu Saingi Produk Luar
BATAM (9 Februari): Anggota Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, mengapresiasi perusahaan-perusaahan minyak dan gas bumi (migas) dalam negeri yang produknya sudah mulai mampu menyaingi produk dari luar negeri, terlebih perusahaan-perusahaan migas tersebut bukanlah perusahaan yang menyandang titel ‘plat merah’. Salah satunya perusahan migas swasta di Batam, yaitu PT Dwi Sumber Arca Waja (DSAW).
“Industri yang materialnya selama ini kita pikir diimpor dari luar negeri ternyata dibuat di Indonesia, salah satunya di pulau Batam ini,” ujar Fasha dalam Kunjungan Kerja Panja Migas Komisi XII ke PT DSAW di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/2/2026).
Legislator Fraksi Partai NasDem itu pun sangat mendukung perusahaan-perusahaan migas swasta ini untuk tetap terus berkembang dan menghasilkan produk-produk yang mempunyai daya saing tinggi yang nantinya dapat membantu mencapai target lifting migas nasional dan ia pun secara gamblang siap untuk memberikan dukungan kepada stakeholder terkait.
“Kami menyampaikan juga kepada stakeholder terkait, dukungan apa yang diperlukan dari kami (Komisi XII DPR) sehingga industri penunjang migas di kota Batam ini bisa kita support,” ujarnya.
Lebih lanjut Fasha menyampaikan bahwa Komisi XII akan menyampaikan langsung kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan juga PT Pertamina (Persero) untuk dapat menggunakan produk-produk industri dalam negeri.
“Kami akan sampaikan juga ke SKK Migas maupun ke Pertamina selaku perusahaan BUMN kita, untuk bisa mengupayakan pemakaian produk-produk dalam negeri ini,” lanjutnya.
Ia berharap untuk kedepannya perusahaan-perusahaan migas ini khusunya PT DSAW dapat berjaya dan industri ini menjadi ‘tuan rumah’ di Indonesia mengingat PT DSAW ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 70%.
Ia menegaskan kembali bahwa Komisi XII berkomitmen mendukung dan membantu terkait hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh PT DSAW dan perusahan-perusahaan migas swasta dalam negeri.
“Kami sangat mendukung dan kami sampaikan kepada PT DSAW, apa yang diperlukan dukungan dari Komisi XII, nanti kita akan sounding-kan. Contohnya misal kebutuhan bahan baku karena selama ini ia (PT DSAW) membeli bahan baku lewat Krakatau steel, ternyata industri perminyakan dan gas di Indonesia masih menggunakan bahan-bahan impor, ini akan kita dorong untuk bisa menggunakan produk-produk dalam negeri yang kualitasnya sudah sama seperti yang dibuat di luar negeri,” tegasnya. (dpr.go.id/*)