Julie Laiskodat Gandeng Ponpes Gelar Safari Ramadan di Lembata
LEMBATA (24 Februari): Anggota DPR RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, menginisiasi kegiatan Safari Ramadan 2026 di Kabupaten Lembata bekerja sama dengan organisasi santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manahil Al-Irfan 1 dan 2.
Kegiatan Safari Ramadan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadan dan menjangkau masjid-masjid di 8 kecamatan di Kabupaten Lembata. Safari Ramadan perdana dimulai pada Selasa (24/2/2026), bertepatan dengan hari keenam Ramadan.
Julie menjelaskan, kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya umat Islam di Lembata, sekaligus upaya memperkuat pembinaan generasi muda.
“Safari Ramadan ini adalah wujud kebersamaan dan kepedulian kami kepada masyarakat Lembata, khususnya saudara-saudara Muslim. Kami ingin memastikan generasi muda mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan selama bulan suci,” ujar Julie.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan para penceramah dari Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan serta seorang ulama dari Palestina yang tengah melakukan safari dakwah di Lembata.
“Kami mendatangkan penceramah dari pesantren dan juga ulama dari Palestina agar masyarakat, terutama anak-anak muda, bisa menambah wawasan keagamaan dan memperluas perspektif keislaman mereka,” ungkapnya.
Menurut Julie, Safari Ramadan tidak hanya menjadi sarana silaturahmi, tetapi juga momentum memperkenalkan peran pesantren dalam pendidikan karakter dan penguatan moral generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, dan memperkuat nilai toleransi serta harmoni di Lembata yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari dukungan dan kontribusi Julie dalam mendorong aktivitas keagamaan dan pembinaan umat di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur I.
Sementara itu, Ustad H Muhammad Mahmud, Lc dari Pondok Pesantren Manahil Al-Irfan menyampaikan bahwa Safari Ramadan merupakan program rutin pesantren setiap bulan suci untuk menyapa umat dari masjid ke masjid sekaligus membina mental santri.
“Pesan-pesan disampaikan oleh anak-anak dalam tiga bahasa. Dan itu rutin kami lakukan di seluruh masjid yang ada di Kabupaten Lembata,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini mendapat antusias besar dari masyarakat karena banyak masjid di kampung yang tidak memiliki da’i tetap.
“Dengan program ini, walaupun hanya semalam, anak-anak turun menyampaikan dakwah, keliling masjid-masjid, dan sudah mewakili da’i,” tutupnya. (Minarni/Yudis/*)