Pendidikan di NTT Harus Berorientasi Pengembangan Potensi Lokal
KUPANG (24 Februari): Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan yang selaras dengan potensi daerah, sebagai kunci kemajuan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Viktor menyoroti pola pendidikan yang dinilainya belum diarahkan pada kekayaan dan kebutuhan riil daerah.
“Kita punya kekayaan yang sangat luar biasa di NTT, tapi pendidikan kita selalu tidak diarahkan pada kekayaan itu. Kita punya pantai untuk garam, laut untuk ikan kerapu, kakap, lobster, tapi anak-anak kita tidak sekolah untuk itu,” kata Viktor saat kunjungan reses di Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, NTT, Selasa (24/2/2026).
Dalam kegiatan itu turut hadir Bupati Kabupaten Kupang Yosef Lede serta Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kupang Sofia Malelak-de Haan. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga dari 11 desa.
Menurut Viktor, pendidikan selama ini lebih berorientasi pada ijazah dan pekerjaan sebagai pegawai negeri, bukan pada penciptaan nilai ekonomi berbasis potensi lokal.
“Jangan bangga lihat nilai rapor atau ijazah. Jangan cari nilai, cari ilmu. Dengan ilmu itu, kamu bisa hidup dan menghasilkan uang,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa daerah seperti Kabupaten Kupang memiliki peluang besar di sektor kelautan, perikanan, pertanian, hingga pariwisata. Karena itu, sekolah dan program beasiswa harus dirancang sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
“Kalau bapaknya petani, mamanya petani, sekolah pertanian yang benar. Kalau daerahnya kuat di pariwisata, siapkan anak-anak jadi chef, perhotelan, manajemen wisata. Supaya keluar sekolah langsung berguna,” katanya.
Viktor juga menyinggung rencana besar pengembangan wilayah selatan Kabupaten Kupang dan Pulau Sumba, termasuk pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pariwisata, dan konektivitas. Ia meyakini, jika desain pembangunan berjalan baik, kebutuhan tenaga kerja terampil akan meningkat signifikan.
“NTT ini tidak miskin. Kita salah mendesain cara berpikir kita. Kalau desain pendidikan kita benar, kita semua sudah tidak ada pun, NTT tidak akan miskin lagi,” ungkapnya.
Selain itu, ia mendorong orang tua untuk tidak takut melepas anak menempuh pendidikan di luar daerah demi memperluas wawasan dan perspektif.
“Manusia itu makin pintar kalau dia keluar dari tempatnya. Jangan tahan anak di kampung terus. Biarkan dia melihat dunia, supaya cara berpikirnya besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Viktor juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program pendidikan berbasis potensi daerah, termasuk melalui dukungan beasiswa dan penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah.
Reses tersebut menjadi forum dialog antara wakil rakyat dan masyarakat, dengan fokus utama pada transformasi pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor ekonomi produktif di NTT. (Yudis/*)