Lisda Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Pesisir Selatan

PAINAN (26 Februari): Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, mengunjungi masyarakat korban bencana banjir dan longsor di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat (Sumbar). Kunjungan tersebut dilakukan di lokasi hunian sementara (huntara) di Nagari Puluik-Puluik, Rabu (23/2/2026).

Sebanyak 31 kepala keluarga (KK) menempati huntara tersebut setelah rumah mereka terdampak bencana alam yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu. Warga masih menunggu proses pembangunan hunian tetap.

Dalam kunjungan itu, Lisda menyerahkan bantuan paket sembako kepada seluruh keluarga yang menghuni Huntara. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan masyarakat selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

Lisda mengatakan, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya untuk kebutuhan berbuka puasa dan sahur.

“Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan perhatian, terutama di bulan Ramadan. Jangan sampai dalam kondisi seperti ini, kebutuhan dasar mereka terabaikan,” ujar Lisda.

Ia menegaskan, Komisi VIII DPR RI akan terus mengawal proses penanganan pascabencana agar berjalan maksimal.

“Kami akan mendorong agar bantuan dan program pemulihan bisa tepat sasaran serta mempercepat pembangunan hunian tetap bagi warga,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, Lisda juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi dan kebutuhan mereka selama tinggal di huntara.

Ia menyebut, penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada penyediaan tempat tinggal sementara, tetapi juga pada pemulihan sosial dan kesejahteraan masyarakat terdampak.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan sosial dan kebencanaan, Lisda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi masyarakat Bayang Utara di tingkat pusat.

Warga huntara menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap perhatian dari pemerintah pusat dan daerah terus berlanjut hingga proses pemulihan selesai.

Salah seorang warga, Rina (38), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami, apalagi di bulan puasa seperti sekarang,” ujarnya.

Saat ini, 31 KK di huntara Nagari Puluik-Puluik masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan fasilitas terbatas, sembari menunggu kepastian relokasi atau pembangunan rumah permanen.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan dan koordinasi terhadap penanganan korban bencana di wilayah Pesisir Selatan, dengan harapan proses pemulihan dapat segera tuntas dan masyarakat kembali hidup secara normal. (Yudis/*)

Add Comment