NasDem Minta Pemerintah Waspadai Dampak Konflik Israel–Iran

JAKARTA (2 Maret): Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyampaikan keprihatinan atas eskalasi serangan antara Israel dan Iran yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah serta berdampak luas terhadap tatanan geopolitik global.

Menurut Amelia, konflik terbuka antara dua kekuatan regional tersebut tidak hanya meningkatkan risiko konfrontasi militer yang lebih besar, tetapi juga berpotensi menyeret aktor-aktor global lainnya sehingga memperluas spektrum krisis internasional.

“Eskalasi ini merupakan situasi serius yang harus menjadi perhatian bersama. Indonesia perlu mencermati setiap perkembangan dengan penuh kewaspadaan,” ujar Amelia dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia harus tetap konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dengan mengedepankan penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan hukum internasional.

Amelia mengingatkan bahwa dampak konflik tersebut terhadap Indonesia tidak bisa dipandang ringan, khususnya dari sisi ekonomi dan energi. Potensi gangguan distribusi energi global, terutama melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz, dapat memicu lonjakan harga minyak dunia.

Berdasarkan data tahun 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan kilang BBM nasional sebesar 30,39 persen masih bergantung pada impor minyak mentah dari luar negeri.

“Kondisi ini tentu akan berimbas pada kenaikan harga energi, membebani fiskal negara, menekan inflasi, serta meningkatkan biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri,” jelasnya.

Selain itu, ketidakpastian global akibat eskalasi konflik juga berpotensi memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah serta arus investasi asing ke Indonesia.

Dari aspek keamanan, situasi yang memanas di Timur Tengah berpotensi memicu polarisasi opini publik serta dinamika sosial domestik. Amelia menilai hal tersebut perlu dikelola secara bijak melalui komunikasi publik yang akurat, transparan, dan terukur.

Legislator Fraksi Partai NasDem itu mendorong pemerintah untuk segera mengamankan rantai pasok energi nasional, terutama jalur maritim Indonesia, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketahanan energi nasional.

Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi cadangan strategis dan diversifikasi sumber pasokan energi sebagai langkah mitigasi risiko.

Amelia turut meminta pemerintah menyiapkan kesiapsiagaan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di kawasan terdampak melalui skema kontinjensi yang jelas serta respons diplomatik yang cepat.

Di tingkat internasional, ia mendorong Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera mengambil peran mediasi aktif guna mencegah konflik meluas dan mendorong tercapainya gencatan senjata.

“DK PBB memiliki mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Karena itu, langkah diplomatik yang tegas dan kolektif sangat krusial agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih destruktif,” tegasnya.

Amelia berharap seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas kawasan dan mencegah dampak lanjutan terhadap perekonomian serta keamanan global, termasuk Indonesia. (Yudis/*)

Add Comment