Mandek Dua Dekade, NasDem Desak Percepatan Pengesahan RUU PPRT
JAKARTA (6 Maret): Anggota Badan Legislasi DPR RI dari Partai NasDem, Cindy Monica, menegaskan pentingnya percepatan pengesahan RUU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang telah mandek selama lebih dari dua dekade.
Cindy menilai, keberadaan regulasi tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi kelompok pekerja yang selama ini berada dalam posisi rentan.
“RUU PPRT ini sangat penting sebagai bentuk kehadiran negara untuk melindungi kelompok pekerja yang sangat rentan,” ujar Cindy dalam RDPU Badan Legislasi dengan sejumlah tokoh masyarakat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Cindy mengungkapkan data bahwa terdapat sekitar 2,6 juta pekerja rumah tangga di Indonesia, dengan mayoritas merupakan perempuan.
“Dari sekitar 2,6 juta PRT di Indonesia, sebanyak 92 persen adalah perempuan. Dalam praktik sehari-hari mereka sering bekerja dalam relasi kuasa yang tidak seimbang,” jelasnya.
Menurut Cindy, kondisi tersebut kerap menimbulkan ketidakadilan dalam penegakan hukum. Ia menilai pekerja rumah tangga sering kali berada dalam posisi yang lemah ketika menghadapi perlakuan tidak adil.
“Saya melihat beberapa kasus ketika PRT membuat kesalahan, misalnya mencuri, mereka dengan cepat dilaporkan dan diproses secara hukum oleh majikannya. Tetapi di sisi lain, ketika PRT mendapatkan perlakuan tidak adil seperti pelecehan atau kekerasan, banyak dari mereka yang takut melapor atau tidak tahu harus melapor ke mana karena merasa powerless,” ungkapnya.
Karena itu, Cindy menegaskan bahwa ketimpangan relasi kuasa tersebut perlu diperbaiki melalui regulasi yang memberikan perlindungan yang adil bagi pekerja rumah tangga.
Legislator Fraksi NasDem itu juga memastikan bahwa sikap fraksinya di DPR tetap konsisten mengawal pengesahan RUU tersebut.
“Sejak 2014 kami di Partai NasDem konsisten mengawal agar RUU PPRT ini bisa segera disahkan menjadi undang-undang. Sikap kami tegas, kami akan mendukung dan menjadi garda terdepan agar RUU ini tidak hanya berputar di RDP saja, tetapi bisa segera difinalisasi,” tegas Cindy. (Yudis/*)