Tinjau PLN Aceh, Irsan Gading Pastikan Pemulihan Listrik Pascabanjir

JAKARTA (10 Maret): Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan Gading, meninjau PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, pada Senin (9/3/2026) untuk memastikan pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak banjir berjalan optimal serta menindaklanjuti pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menjelaskan bahwa secara umum sistem kelistrikan di Aceh telah pulih pascabanjir. Namun masih terdapat sekitar 76 kepala keluarga (KK) yang belum dapat menikmati aliran listrik karena akses menuju lokasi mereka masih terputus akibat dampak banjir.

Di wilayah Aceh Tamiang, pemulihan listrik juga masih menghadapi kendala karena sejumlah rumah warga rusak berat bahkan hilang akibat banjir, sehingga jaringan listrik belum dapat disalurkan kembali.

PLN menyatakan siap menerima laporan masyarakat dan akan melakukan pemasangan kembali jaringan listrik setelah kondisi rumah dinyatakan aman untuk dialiri listrik.

Irsan mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan layanan listrik bagi warga terdampak bencana. Ia juga menekankan pentingnya keberadaan posko siaga PLN selama masa pemulihan.

“Kami mengapresiasi kerja keras PLN dalam memulihkan listrik di wilayah terdampak banjir. Kehadiran posko siaga sangat penting agar masyarakat dapat segera kembali menikmati layanan listrik,” ujar Irsan.

Dalam kunjungan tersebut, Irsan juga menindaklanjuti pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang diperjuangkannya bagi masyarakat Aceh.

Program ini meliputi bantuan instalasi listrik rumah tangga, penyambungan jaringan listrik PLN, serta pemberian token listrik perdana bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses listrik.

Berdasarkan laporan PLN UID Aceh, hingga saat ini program BPBL tahun 2025 telah menjangkau sekitar 5.700 rumah tangga di Aceh. Khusus di Daerah Pemilihan Aceh II, sebanyak 4.310 pelanggan telah menerima sambungan listrik melalui program tersebut, dengan sekitar setengahnya merupakan program yang diperjuangkan oleh Irsan Sosiawan Gading.

Program itu merupakan hasil kolaborasi antara Irsan selaku anggota Komisi XII DPR, PLN, dan pemerintah daerah untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat yang selama ini belum menikmati layanan listrik secara layak.

Ke depan, pada 2026 program BPBL kembali menjadi salah satu prioritas pemerintah, termasuk untuk mendukung penyediaan listrik bagi hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah menargetkan pembangunan lebih dari 15.000 unit hunian sementara bagi korban bencana di berbagai wilayah.

Irsan menegaskan akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang harus terus diperluas agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati layanan listrik secara merata.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang sebelumnya belum memiliki akses listrik dapat segera merasakannya, termasuk saudara-saudara kita yang saat ini tinggal di hunian sementara akibat bencana,” tutup Irsan. (Yudis/*)

Add Comment