Fraksi NasDem Sumbang Seribu Buku untuk Lapas Cipinang

JAKARTA (16 Maret): Fraksi Partai NasDem DPR RI menyumbangkan seribu buku untuk perpustakaan Lapas Kelas 1 Cipinang sebagai bagian dari kegiatan sosial dan solidaritas kepada warga binaan.

Bantuan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan silaturahmi dan buka puasa Fraksi Partai NasDem DPR RI bersama warga binaan di lembaga pemasyarakatan tersebut, Senin (16/3/2026).

“Ini tradisi. Sudah mulai dari periode awal NasDem ada di DPR sejak 2014. Tahun kemarin kita buka puasa bersama di Lapas Perempuan, dan hari ini di Cipinang,” ujar Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi cara Fraksi NasDem membangun solidaritas sosial dengan kelompok masyarakat yang jarang mendapat perhatian langsung.

“Ini untuk kemudian menggalang sebuah bentuk solidaritas. Orang tidak pernah datang, maka kita yang datang. Untuk mengatakan bahwa selama ini orang memiliki asumsi atau prejudice. Kita di NasDem ingin membuktikan bahwa kalau kita ingin baik, semua harus dirangkul,” kata Willy.

Ia menegaskan bahwa upaya membangun kepedulian sosial justru harus dimulai dari tempat-tempat yang sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

“Dari tempat-tempat seperti inilah kita memulai,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fraksi NasDem juga menyerahkan bantuan seribu buku untuk memperkaya koleksi perpustakaan di Lapas Cipinang. Willy berharap buku-buku tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran dan refleksi bagi para warga binaan.

“Kami menyumbangkan seribu buku untuk perpustakaan Lapas Cipinang. Insya Allah ini bermanfaat. Karena gadget tidak boleh, sehingga teman-teman warga binaan di sini bisa membaca,” ujarnya.

Willy mengingatkan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat hukuman, tetapi juga ruang untuk membangun harapan baru bagi para penghuninya.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan nilai yang pernah disampaikan dalam Kongres Restorasi Partai NasDem.

“Kita ingat bagaimana program yang diputuskan oleh NasDem dengan Kongres Restorasi: kakus adalah tempat yang kotor, tapi kita membuatnya menjadi bersih. Begitu juga dengan lapas. Seolah-olah itu menjadi tempat hukuman, tapi dari sinilah orang harus memiliki harapan,” kata Willy.

Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat perlu menghapus prasangka terhadap warga binaan dan mulai membangun sikap saling merangkul.

“Kita tidak boleh prejudice. Kita harus bergandengan tangan, sama-sama manusia harus memanusiakan manusia,” tegasnya.

Ia juga menyinggung kisah Nabi Yusuf yang dipenjara karena difitnah, namun kemudian menjadi pemimpin besar. Kisah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk bangkit dan memperbaiki hidup.

Melalui kegiatan itu, Fraksi NasDem berharap kehadiran mereka di lembaga pemasyarakatan dapat menjadi pesan bahwa setiap orang berhak mendapatkan perhatian, kesempatan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (Yudis/*)

Add Comment