Tidak Boleh Ada Lagi Ibu Melahirkan di Jalan akibat Minim Akses Layanan Dasar
JAKARTA (31 Maret): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ratih Megasari Singkarru, mendesak pemerintah daerah memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan dan akses layanan dasar setelah peristiwa seorang ibu melahirkan di tengah keterbatasan akses jalan di Kopeang Kecamatan Tapalang, Mamuju, Sulawesi Barat.
“Sebagai seorang ibu, melihat peristiwa itu menorehkan rasa pilu yang mendalam. Membayangkan seorang ibu yang harus mempertaruhkan nyawa, berjuang melahirkan di tengah jalan berlumpur dan jauh dari kelayakan medis, membuat hati saya ikut merasakan ketakutan dan kecemasannya,” ujar Ratih, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan masih adanya persoalan mendasar yang harus segera ditangani, terutama terkait akses jalan dan fasilitas kesehatan di wilayah pelosok.
Ratih juga menyadari tantangan geografis yang dihadapi pemerintah daerah dalam membangun wilayah, namun ia berharap kebijakan dan anggaran dapat lebih difokuskan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat.
“Melalui peristiwa ini, ada harapan besar agar orientasi kebijakan dan alokasi anggaran publik lebih difokuskan pada pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa masyarakat.
“Bagi warga di pedesaan, infrastruktur jalan bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan urusan menyambung nyawa,” kata Ratih.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang dan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Jangan sampai di kemudian hari kita menghadapi kenyataan pahit, di mana ada warga yang sakit atau kehilangan nyawa hanya karena tidak bisa mencapai fasilitas kesehatan akibat akses jalan yang terputus,” ujarnya.
Ratih pun mengajak seluruh pihak untuk memastikan anggaran publik benar-benar menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat.
“Saya yakin, dengan niat baik dan kerja sama kita semua, tidak akan ada lagi ibu atau anak yang merasa ditinggalkan, dan kita bisa mewujudkan lingkungan yang aman dan layak bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok,” tutupnya. (Yudis/*)