Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jangan Terlalu Memberatkan Masyarakat
JAKARTA (9 April): Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengatakan harga BBM nonsubsidi berpotensi mengalami kenaikan seiring lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar kenaikan tersebut tidak terlalu membebani masyarakat.
Pernyataan itu merespons sinyal dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menyebut penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan dilakukan setelah perhitungan selesai.
“Kalau harga minyak dunia sebagai komponen BBM itu naik, pasti juga (BBM nonsubsidi) akan naik. Memang ini mekanismenya,” ujar Sugeng dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Ia mengungkapkan, saat ini terjadi tekanan ganda akibat kenaikan harga minyak mentah global yang mendekati US$100 per barel serta pelemahan rupiah dari asumsi APBN.
“Maka terjadi istilahnya double shock antara harga dolar yang naik dan harga minyak mentah yang naik,” katanya.
Meski demikian, legislator Fraksi Partai NasDem itu berharap pemerintah dapat mengantisipasi lonjakan agar tidak terlalu tinggi.
“Memang perlu dipikirkan jangan sampai harga itu melambung tinggi,” ucapnya.
Ia bahkan menyoroti potensi kenaikan signifikan yang bisa memberatkan masyarakat. “Kalau sampai naik sekian persen, misalnya sampai 80 persen atau di atas 50 persen kan memang berat,” kata Sugeng.
Untuk itu, ia mendorong adanya kebijakan penahan, seperti pengaturan batas harga atau penyesuaian komponen pembentuk harga BBM. Salah satunya melalui evaluasi margin oleh Pertamina.
“Mungkin nanti pemerintah berhitung, bicara soal margin yang tidak perlu terlalu tinggi,” ujarnya.
Sugeng juga menegaskan bahwa kenaikan harga energi saat ini merupakan dampak situasi global. “Ini adalah force majeure, akibat perang yang membuat harga energi tiba-tiba melambung tinggi,” katanya.
Di sisi lain, ia memastikan BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan dan meminta pemerintah menjaga keseimbangan kebijakan.
“Intinya jangan sampai menjadi atau menimbulkan beban bagi masyarakat,” kata Sugeng. (Yudis/*)