Kenaikan Tiket Pesawat Ancam Pariwisata NTB
MATARAM (13 April): Anggota DPR RI dari Dapil NTB II, Fauzan Khalid, menyoroti kebijakan kenaikan harga tiket pesawat yang dinilai berpotensi menekan kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, NTB.
Selama ini, harga tiket pesawat domestik sudah tergolong tinggi, bahkan kerap lebih mahal dibandingkan penerbangan ke luar negeri. Fauzan khawatir kenaikan tersebut dapat menghambat pencapaian target kunjungan wisatawan NTB pada 2026.
“Saya khawatir kondisi ini menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung, termasuk ke Lombok dan Sumbawa,” ujar Fauzan di Mataram, NTB, Sabtu (11/4/2026).
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan ke NTB pada 2026 mencapai 2,5 hingga 3 juta orang. Target ini ditopang oleh penyelenggaraan sekitar 70 event pariwisata, seperti festival budaya dan olahraga, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
Untuk mengantisipasi penurunan kunjungan akibat mahalnya tiket, Fauzan mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat promosi serta menghadirkan event wisata yang menarik. Ia juga menyarankan agar fokus pasar diarahkan pada wisatawan domestik.
Mantan Bupati Lombok Barat dua periode (2016–2024) itu berharap pemerintah dan sektor swasta dapat menggelar lebih banyak event secara rutin serta memperkuat promosi destinasi Lombok dan Sumbawa.
“Meski kenaikan harga tiket dan kondisi global berpotensi memengaruhi jumlah wisatawan, saya tetap optimistis target 2026 bisa tercapai,” katanya.
Fauzan juga meminta pemerintah pusat dan daerah mengintervensi harga tiket pesawat melalui kebijakan khusus agar tidak menghambat peningkatan kunjungan wisatawan.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan kenaikan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 9 hingga 13 persen akibat lonjakan harga avtur global. Kebijakan ini diberlakukan secara terbatas untuk menjaga keseimbangan antara beban operasional maskapai dan daya beli masyarakat. (Yudis/*)