Legislator NasDem Desak Sanksi Tegas Pelaku Penyerangan Pasukan RI di Lebanon
JAKARTA (13 April): Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengecam keras penyerangan terhadap pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) hingga menyebabkan tiga anggota TNI gugur.
Amelia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengambil sikap tegas. Ia mendorong agar kasus itu diusut secara menyeluruh dan transparan.
“Perwakilan kita sudah secara tegas, tidak hanya mengutuk, tetapi juga menuntut investigasi yang menyeluruh dan independen terhadap penyerangan pasukan UNIFIL, yang notabene ini adalah pasukan dari Indonesia,” ujar Amelia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, hasil investigasi harus menjadi dasar pemberian sanksi tegas kepada pihak yang bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum internasional.
“Harus ada sanksi tegas bagi siapapun pelaku dari hasil investigasi tersebut yang melanggar hukum kemanusiaan internasional. Penyerangan terhadap pasukan UNIFIL merupakan kejahatan, sebagaimana diatur dalam Resolusi 1701 dan juga dalam Statuta Roma,” tegasnya.
Amelia menambahkan, proses investigasi saat ini masih berjalan dan membutuhkan dukungan kuat dari komunitas internasional agar penegakan hukum dapat dilakukan secara efektif.
“Kita tidak boleh membiarkan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional terjadi tanpa ada sanksi tegas yang diberikan,” katanya.
Terkait keberlanjutan pengiriman pasukan perdamaian, Amelia menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat keamanan di wilayah konflik. Namun, ia mengingatkan agar keputusan tidak diambil secara tergesa-gesa.
“Kita tidak usah terburu-buru menarik pasukan, tetapi perlu evaluasi dan mendorong PBB memberikan jaminan keamanan bagi prajurit perdamaian kita,” ujarnya.
Ia juga menilai peristiwa ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi internasional, termasuk mendorong peningkatan perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah konflik.
Di sisi lain, Amelia turut menyoroti meningkatnya ketegangan global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang dinilai dapat berdampak luas terhadap stabilitas dunia.
“Eskalasi ini sangat mengkhawatirkan dan berdampak pada keamanan kawasan serta perekonomian global. Kami mendorong pemerintah terus mengupayakan deeskalasi melalui jalur diplomasi,” pungkasnya. (Yudis/*)