Soal Defisit BPJS, Johnny Minta Evaluasi Menyeluruh
JAKARTA (4 September): Defisit pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menjadi masalah serius yang harus ditangani pemerintah. Tercatat kerugian sudah mencapai Rp7,3 triliun.
Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate menyarankan pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu, sebelum memutuskan penyelesaian.
Johnny juga menuturkan bahwa sampai saat ini hanya ada dua penyelesaian untuk mengatasi permasalahan defisit BPJS Kesehatan.
Pertama dengan menambah melalui APBN dan kedua menaikkan iuran biaya pembayaran. Hal ini penting untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh menyangkut seluruh elemen yang memiliki keterkaitan dengan BPJS, Rabu (4/9).
"Maka ya harus bekerja dengan benar untuk melihat apakah mekanisme pembiayaan yang ada di BPJS ini sudah betul atau belum," tegas Johnny.
Menurutnya, kedua pilihan penyelesaian ini dapat menimbulkan risiko berbeda, pertama bila defisit BPJS Kesehatan disubsidi dengan APBN akan berisiko pada beban fiskal keuangan negara. Sedangkan menaikan iuran bagi peserta BPJS Kesehatan tidak menjadi solusi panjang yang baik.
"Ada kecenderungan tidak seimbang antara pengeluaran BPJS dengan iuran oleh peserta mandiri. Ini yang harus kita perbaiki," ungkapnya.(*)