Otoritas Pelabuhan Diminta Inspeksi Seluruh Kapal Wisata
MATARAM (2 Januari): Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, mendesak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh kapal komersial dan kapal wisata yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Desakan tersebut disampaikan berkaca dari rentetan kecelakaan kapal wisata di Labuan Bajo yang menimbulkan korban jiwa dan menjadi perhatian nasional maupun internasional.
Mori menegaskan bahwa peringatan cuaca ekstrem telah diumumkan berhari-hari oleh BMKG, termasuk potensi gelombang tinggi dan angin kencang di sejumlah wilayah perairan.
“Karena peringatan cuaca sudah disampaikan jauh hari, maka tidak boleh ada kelalaian di lapangan. Kepatuhan terhadap larangan berlayar, kelayakan kapal, kesiapan awak, serta kelengkapan alat keselamatan harus ditegakkan,” tegas Mori, Jumat (2/1/2026).
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi transportasi dan keselamatan pelayaran, Mori menekankan bahwa NTB merupakan destinasi pariwisata kelas dunia, sehingga keselamatan wisatawan lokal maupun mancanegara harus menjadi prioritas utama, khususnya di kawasan Gili Tramena yang menjadi pusat aktivitas wisata bahari.
“Keindahan destinasi harus diiringi rasa aman. Jangan sampai kejadian serupa Labuan Bajo terjadi di NTB. Negara harus hadir melalui pengawasan yang tegas dan konsisten demi melindungi wisatawan,” tambahnya.
Legislator Fraksi Partai NasDem itu juga menegaskan bahwa pengawasan kapal wisata tidak boleh bersifat insidental, melainkan dilakukan secara rutin dan menyeluruh, terutama pada periode cuaca ekstrem dan meningkatnya aktivitas pariwisata laut.
Langkah preventif ini dinilai penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa, sekaligus menjaga kepercayaan publik dan reputasi NTB sebagai destinasi wisata yang aman, bertanggung jawab, dan berkelas dunia. (Yudis/*)