Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pelestarian Budaya Nasional
JAKARTA (9 Januari): Dorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
“Secara tradisi sejatinya perempuan memiliki peran sentral dalam pelestarian budaya dengan mewarisi nilai-nilai adat kepada generasi penerus sejak di lingkungan keluarga,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1/2026).
Menurut Lestari, pelibatan perempuan dalam upaya pelestarian semakin mendesak mengingat ancaman kepunahan budaya nasional semakin nyata.
Data UNESCO dalam Atlas of the World’s Languages in Danger (2024) mencatat dari 718 bahasa daerah yang teridentifikasi di Indonesia, 139 bahasa masuk kategori terancam punah.
Sementara itu, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbudristek (2024) mencatat bahwa 134 ritual/upacara adat skala besar terancam tidak terselenggara lagi karena biaya mahal, kompleksitas, dan penghulu adat (tetua pelaksana) yang semakin tua.
Selain itu, Asosiasi Dalang Indonesia (PEPADI) 2023 melaporkan, dari 58 jenis Wayang Nusantara (selain Wayang Kulit Purwa Jawa), sekitar 23 jenis dalam kondisi sangat terancam karena kurangnya penonton dan regenerasi dalang.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa langkah nyata untuk menjawab sejumlah tantangan tersebut harus segera direalisasikan.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendorong agar para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu membangun kolaborasi kuat untuk mewujudkan mekanisme pelestarian budaya yang berkelanjutan.
Menurut Rerie, potensi perempuan dalam mentransformasikan nilai-nilai budaya sejak dini dalam lingkungan keluarga, harus menjadi bagian dari langkah pelestarian yang berkelanjutan itu.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, sejumlah ancaman kepunahan budaya nasional dapat segera dijawab oleh pihak-pihak terkait dengan langkah-langkah yang strategis, demi tetap lestarinya budaya yang luhur warisan para pendahulu bangsa. (*)