Ketika Remaja Siak Mencoba Menjadi Wakil Rakyat

SIAK (10 Januari): Halaman Kantor DPD Partai NasDem Siak di Jalan Sultan Syarif Kasim, tampak lebih ramai dari biasanya. Pagi itu, Sabtu (10/1) sebanyak tiga puluh siswa SMA hingga mahasiswa berkumpul mengikuti pembukaan Remaja Bernegara NasDem (RBN), sebuah event parlementaria muda yang dirancang untuk mendekatkan generasi muda pada praktik bernegara.

Acara ini dihadiri Wakil Ketua Bidang Penggalangan dan Penggerak Komunitas DPW Partai NasDem Riau Indra Irianto, Koordinator RBN Riau Fitra Asrirama, Ketua DPD Partai NasDem Siak Muhammad, Koordinator RBN Siak Rissa Oktaviana, serta Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Siak Umbarno.

Kehadiran para pengurus partai dan legislator daerah itu menegaskan bahwa RBN bukan sekadar kegiatan seremonial belaka melainkan ruang belajar politik yang nyata.

Ketua DPD Partai NasDem Siak Muhammad menyebut para peserta sebagai remaja terpilih merupakan calon generasi penerus dan tiang negara. Ia mengingatkan bahwa sejak masa lalu hingga kini, baik buruknya sebuah negara kerap bergantung pada kualitas pemudanya.

“Di masa lalu dan saat ini, baik buruknya negara tergantung pemuda,” ujarnya.

Muhammad juga menyinggung sikap sebagian anak muda yang masih risih terhadap politik. Menurut dia, kerenggangan itu lebih disebabkan oleh ketidaktahuan.

“Kenapa risih, karena belum tahu. Melalui RBN, kakak akan mendapatkan wawasan sebagai warga negara untuk melaksanakan pembangunan sesuai keahlian,” katanya.

Nada serupa disampaikan Koordinator RBN Siak Rissa Oktaviana. Ia menegaskan bahwa RBN dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan demokrasi, sekaligus menumbuhkan daya kritis generasi muda.

“Generasi muda harus melek politik, mampu mengkritisi kebijakan pemerintah dan tahu jalurnya,” ujarnya.

Rissa mengingatkan, kesadaran politik tidak berhenti pada hak, tetapi juga kewajiban sebagai warga negara, terutama dalam pembangunan daerah. Menurut dia, remaja perlu memahami mekanisme penyampaian aspirasi melalui lembaga perwakilan rakyat.

“NasDem memberi ruang untuk itu. Ini gebrakan pertama menciptakan pemilih pemula yang peduli masa depan Siak,” kata Rissa.

Dia menambahkan, lewat RBN, politik tak lagi hadir sebagai wacana abstrak. Ia dipraktikkan, dipelajari, dan setidaknya di Siak mulai diperkenalkan sejak usia remaja sebagai bagian dari ikhtiar menyiapkan warga negara yang sadar peran dan tanggung jawabnya.

Usai pembukaan, para peserta tak langsung pulang. Dengan menaiki mobil odong-odong, mereka bergerak menuju Gedung DPRD Siak di Jalan Panglima Ghimbam. Di sana, para remaja mengikuti simulasi rapat komisi, rapat badan musyawarah, hingga sidang paripurna. Sebuah pengalaman langsung menyusuri denyut kerja parlemen.

(WH/AS)

Add Comment