Program Lemhanas Goes to Campus Perlu Diperluas hingga Daerah Terpencil
JAKARTA (19 Januari): Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mendorong program Lemhanas Goes to Campus diperluas ke daerah-daerah terpencil di Indonesia, termasuk Kalimantan, NTT, dan Papua, agar anak muda di luar Pulau Jawa juga mendapatkan pembelajaran kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.
“Apalagi saya di Kalimantan, masih banyak yang belum dapat signalnya. Sehingga pada saat ini Lemhanas Goes to Campus menjadi satu kebanggaan untuk orang-orang daerah, atau misalnya anak muda daerah untuk bisa mendapatkan pembelajaran Goes to Campus,” ujar Andina dalan Raker Komisi I DPR dengan Bakamla dan Lemhanas, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Lemhanas Goes to Campus adalah program yang menyasar mahasiswa dan generasi muda, memberikan pendidikan tentang ketahanan nasional, kepemimpinan, serta tantangan kontemporer seperti disinformasi dan polarisasi sosial, langsung di kampus, tanpa harus ke Jakarta.
Program ini bertujuan agar generasi muda di seluruh Indonesia dapat memahami peran mereka dalam menjaga kedaulatan negara dan menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.
Andina juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Lemhanas atas program yang menargetkan generasi milenial dan Gen Z, mengingat 60 persen penduduk Indonesia ke depan akan berasal dari kelompok usia produktif ini.
“Tujuan utamanya adalah anak-anak milenial maupun juga Gen Z. Nah ini sangat baik, karena nanti ke depannya 60 persen penduduk kita adalah yang produktif, didominasi Gen Z dan juga milenial,” jelasnya.
Andina menekankan bahwa program Goes to Campus sebaiknya tidak hanya berpusat di Jawa, tetapi merata ke Sumatra, Kalimantan, NTT, Papua, dan wilayah terpencil lainnya.
“Permintaan saya, kalau diperkenankan, ini kalau bisa kampusnya jangan di Jawa aja. Kalimantan, NTT, Papua, yang terpencil, jangan hanya Jawa. Kalau bisa diluaskan lagi,” tegasnya.
Melalui program ini, Andina berharap generasi muda di seluruh Indonesia dapat lebih memahami peran mereka dalam menjaga kedaulatan negara, menghadapi tantangan digital, serta berperan aktif dalam pembangunan sosial dan politik nasional. (Yudis/*)