Irma Suryani Soroti Kekurangan Dokter di Tanah Air
JAKARTA (19 Januari): Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyoroti kekurangan dokter di Indonesia. Ia juga melihat adanya kendala mahasiswa kedokteran yang kesulitan lulus uji kompetensi (ukom) untuk memperoleh STR (Surat Tanda Registrasi) dan SIP (Surat Izin Praktik).
“Terus terang saya bingung, jika sebuah universitas mendapatkan akreditasi bagus, kok bisa lulusannya sulit lulus dari ukom. Ini menjadi momok banyak calon dokter yang stres, bahkan sampai ada yang bunuh diri karena sampai 15 kali ikut ukom tidak lulus-lulus juga,” ujar Irma, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Irma, masalah kekurangan dokter tidak hanya soal jumlah, tetapi juga terkait kualitas pendidikan dan distribusi dokter di seluruh wilayah Indonesia.
Legislator Fraksi Partai NasDem itu menekankan pemerintah perlu memastikan fakultas kedokteran memiliki standar tinggi sebelum memberikan akreditasi.
“Dengan menjadikan rumah sakit besar sebagai rumah sakit pendidikan, biaya kuliah dapat ditekan karena fasilitas sudah tersedia, sekaligus memastikan dokter spesialis mau mengabdi di daerah,” tambah Irma.
Ia juga menekankan pentingnya beasiswa bagi putra-putri daerah, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), agar lulusan mau kembali mengabdi.
“Pemerintah sebaiknya memberi beasiswa bagi anak-anak cerdas yang tidak mampu secara finansial, agar mereka bisa kuliah kedokteran dan kembali mengabdi di daerahnya,” kata Irma.
UU No.17/2023 tentang Kesehatan membuka peluang bagi dokter umum mengikuti program hospital base dan college base untuk menjadi spesialis. Irma menyarankan dokter umum di daerah disekolahkan untuk mengambil spesialis, dengan kewajiban mengabdi setelah lulus.
Masalah kekurangan dokter ini juga dibahas Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan ribuan rektor, dengan target pemenuhan kebutuhan dokter nasional yang masih kurang lebih dari 100.000 orang.
Pemerintah berencana membuka kampus kedokteran gratis dan memperkuat kualitas pendidikan serta fasilitas rumah sakit untuk mempercepat pemenuhan tenaga medis di seluruh wilayah. (Yudis/*)