Andina Narang Wanti-Wanti Pemerintah perihal Serangan Siber Skala Nasional

JAKARTA (20 Januari): Anggota Komisi I DPR RI, Andina Theresia Narang, menekankan perlunya kesiapan Indonesia menghadapi serangan siber skala nasional seiring eskalasi konflik geopolitik global.

“Beberapa kejadian besar di dunia, seperti Estonia 2007, menunjukkan serangan siber skala nasional bisa membuat perbankan lumpuh, website pemerintah runtuh, bahkan ATM tidak berfungsi,” ujar Andina dalam RDP dengan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Ia menekankan, Indonesia harus tegas dan serius menanggapi ancaman siber agar stabilitas nasional dan ketahanan negara tetap terjaga.

Andina menyoroti pentingnya roadmap atau blueprint kesiapan nasional menghadapi serangan siber, termasuk skenario di mana internet atau sistem keuangan lumpuh akibat serangan hacker.

“Sekarang, perang pun banyak dilakukan menggunakan hacker yang sangat canggih. Sinergitas antar lembaga harus segera dipikirkan agar kedamaian dan ketahanan negara kuat,” tegasnya.

Selain kesiapan sistem, Andina juga menyoroti kekurangan tenaga ahli siber di Indonesia. Ia menyebut jumlah lulusan politeknik siber saat ini hanya sekitar 100 per tahun, jauh dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai 8.000 per tahun.

“Kondisi ini menunjukkan adanya defisit SDM. Apakah sudah ada program rekrutmen yang melibatkan perguruan tinggi lain selain BSSN? Kita butuh generasi muda yang tangguh dan menguasai teknologi,” ujarnya.

Andina menekankan perlunya kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan terbaik yang siap menjaga keamanan siber nasional dan mengawal transformasi digital Indonesia.

“Generasi muda ini nantinya harus mampu memegang kendali pemerintahan digital, apalagi dengan teknologi yang semakin canggih,” pungkasnya. (Yudis/*)

Add Comment