Lonjakan Wisatawan tak Berkontribusi Signifikan terhadap PDB

JAKARTA (21 Januari): Anggota Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, menyoroti ketidaksesuaian antara lonjakan wisatawan dan kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia menyatakan, meski kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara meningkat signifikan pada 2025, PDB sektor pariwisata hingga triwulan III baru mencapai 3,96%, di bawah target 4,2–4,3%.

“Lonjakan wisatawan yang ada tidak diikuti dengan penguatan nilai ekonomi di bawah. Outcome-nya tidak terlihat dan tidak tergambar,” ujar Erna dalam Rapat Kerja Komisi VII DP dengan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Legislator Fraksi Partai NasDem itu menekankan pentingnya evaluasi belanja publik kementerian secara jelas, termasuk biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu wisatawan, satu devisa, atau satu investasi.

“Saya tidak melihat juga kualitas belanja wisatawan di sini. Tolong Bu Menteri gambarkan persebaran pertumbuhan wisatawan di masing-masing destinasi,” tegasnya.

Menyinggung 2026, Erna menekankan perlunya prioritas program yang efektif, mengingat adanya penyempitan fiskal dan belanja publik yang tidak bisa digunakan mencapai 20% dari pagu.

Ia meminta kementerian lebih selektif dalam menentukan kebijakan agar implementasi sesuai kemampuan fiskal.

“Program semakin meluas, tapi Ibu Menteri dan jajaran harus jeli memilih kebijakan yang masih akan dilaksanakan, jangan sampai kebijakan lebih cepat dari implementasinya,” katanya.

Erna juga menegaskan, pembangunan pariwisata harus merata di seluruh destinasi, bukan hanya fokus pada lokasi prioritas, agar dampak ekonomi dapat dirasakan masyarakat lokal.

“Apa prioritas untuk menumbuhkembangkan pariwisata ini, bukan hanya di destinasi prioritas tetapi juga merata di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (Yudis/*)

Add Comment