Sri Wulan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Pati
PATI (23 Januari): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Sri Wulan, turun langsung meninjau sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut dilakukan selama dua hari berturut-turut, Selasa–Rabu (20–21/1/2026), di sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah akibat curah hujan tinggi.
Wulan menjelaskan, penyaluran bantuan berawal dari kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pati, di mana ia melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Dalam kesempatan itu, ia juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran terkait.
“Kemarin kita melihat langsung kondisi masyarakat terdampak banjir. Ada dapur umum, kemudian kita juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati dan Pak Kaban BNPB. Setelah itu, penyaluran bantuan kita lanjutkan karena jumlah warga terdampak cukup banyak,” ujar Sri Wulan, Kamis (22/1/2026).
Ia menambahkan, bersama timnya, penyaluran bantuan menjangkau sekitar 20 desa di berbagai kecamatan yang masih dapat diakses. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kayen, Tayu, Jakenan, Sukolilo, Juwana, serta beberapa daerah dengan akses terbatas.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, dalam penyaluran bantuan bersama BNPB sebelumnya, turut disertakan bantuan pendukung berupa perahu evakuasi dan perangkat komunikasi Starlink untuk mengatasi kendala jaringan di wilayah terdampak.
“Untuk sementara bantuan kita berupa sembako. Kemarin bersama BNPB juga ada bantuan perahu dan Starlink, karena di beberapa daerah sinyal sangat terbatas. Dengan itu, komunikasi tetap bisa berjalan,” jelasnya.
Wulan menegaskan, kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah masyarakat sangat penting, terutama saat kondisi darurat bencana.
“Alhamdulillah warga merasa senang. Paling tidak kehadiran kita membuktikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang sedang membutuhkan,” katanya.
Selain penanganan darurat, Wulan juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur pascabanjir. Ia menyebut sejumlah jalan vital penghubung antar desa mengalami kerusakan dan harus segera ditangani.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pak Kaban, ada jalan-jalan penghubung antar desa yang betul-betul harus segera dibenahi. Insya Allah dalam dua sampai tiga minggu ke depan sudah ada aksi nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wulan menekankan perlunya normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan pemberian bantuan, tetapi juga harus menyentuh akar permasalahan.
“Kita pelajari penyebabnya, kenapa air tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya. Normalisasi sungai harus segera dilakukan agar ke depan bencana serupa bisa dikurangi,” tegasnya.
Ia berharap, melalui sinergi antara BNPB, BPBD, dan Kementerian PUPR, permasalahan infrastruktur dan lingkungan di Kabupaten Pati dapat segera tertangani secara menyeluruh. (Yudis/*)