Pemanfaatan Bendungan Karian Harus Difokuskan pada Tiga Fungsi Utama
JAKARTA (4 Februari): Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menegaskan bahwa pemanfaatan Bendungan Karian, di Lebak, Banten, harus difokuskan pada tiga fungsi utama, yakni pengendalian banjir, irigasi, dan penyediaan air baku, sebelum diarahkan pada fungsi lain.
Mori menjelaskan, Bendungan Karian memiliki potensi tampungan air yang sangat besar, mencapai 314 juta meter kubik, dengan manfaat strategis untuk pengendalian banjir, irigasi sekitar 22 ribu hektare sawah, serta penyediaan air baku lintas wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat yang berpotensi melayani sekitar delapan juta penduduk. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan potensi air sebesar itu, Bendungan Karian saja masih harus memilih antara irigasi dan air baku, dan tidak bisa dimanfaatkan untuk PLTA,” ujar Mori dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan perencanaan pemanfaatan bendungan yang perlu segera dievaluasi. Mori mengaitkannya dengan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pengelolaan bendungan.
“Kalau yang potensi airnya 314 juta saja harus memilih, bagaimana dengan bendungan yang potensi airnya hanya 20 juta, 19 juta, bahkan 8 juta meter kubik? Ini harus menjadi perhatian serius agar temuan BPK tidak terus berulang,” tegasnya.
Mori mengingatkan bahwa rencana pemanfaatan energi di Bendungan Karian saat ini hanya diarahkan pada Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dan baru diproyeksikan terealisasi pada 2030-an. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah tidak memaksakan penambahan fungsi sebelum fungsi utama bendungan benar-benar optimal.
“Supaya ini tidak menjadi temuan BPK lagi di tahun-tahun berikutnya. Fokuskan dulu bendungan pada fungsi utamanya,” katanya.
Lebih lanjut, Mori menekankan pentingnya optimalisasi jaringan irigasi pada bendungan-bendungan yang telah selesai dibangun. Ia mendorong Kementerian PU memprioritaskan pengembangan irigasi pada bendungan yang belum memiliki jaringan irigasi, yang pembangunannya belum tuntas, atau yang sudah ada namun belum berfungsi optimal.
“Mohon agar bendungan-bendungan yang sudah jadi benar-benar dioptimalkan manfaatnya, khususnya untuk irigasi dan air baku,” pungkasnya. (Yudis/*)