Shohibul Imam Dorong Penguatan Keahlian Sektor Asuransi di BS LPS
JAKARTA (5 Februari): Anggota Komisi XI DPR RI, Shohibul Imam, menekankan pentingnya penguatan keahlian di sektor asuransi dalam Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BS LPS).
Shohibul menyoroti kekosongan kompetensi di bidang asuransi di tubuh BS LPS setelah mundurnya salah satu anggota yang memiliki latar belakang kuat di sektor tersebut.
“Di BSLPS setahu saya yang kemarin mundur itu kan Pak Farid, yang core competence-nya di asuransi. Sementara tadi Bapak menyampaikan pendekatan forward looking, dan menurut saya itu sangat bagus,” ujar Shohibul dalam fit and proper test calon anggota BS LPS, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pendekatan ke depan tersebut harus ditopang dengan kapasitas yang kuat, khususnya dalam memahami industri asuransi yang memiliki karakter dan risiko berbeda dengan perbankan.
“LPS ini kan mendapat perluasan mandat terkait program penjaminan polis. Nah, kita butuh di badan supervisi ini yang kuat di bidang asuransi. Kalau perbankan saya kira sudah banyak, tapi asuransi ini tantangannya cukup challenging,” tegasnya.
Shohibul menilai percepatan implementasi program penjaminan polis menuntut kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi regulasi maupun pemahaman teknis.
“Ini kan rencananya mau dipercepat, artinya perlu akselerasi yang lebih cepat lagi. Ketika Bapak nanti diberikan amanah sebagai anggota BSLPS, saya berharap Bapak bisa kuat di sektor asuransinya,” katanya.
Legislator Fraksi NasDem itu juga menyinggung sejumlah isu krusial yang masih memerlukan kajian mendalam, seperti cakupan jenis asuransi yang akan dijamin serta skema tarif yang akan diterapkan.
“Kita belum tahu nanti jenis asuransi apa yang akan di-cover, apakah semua sekaligus, lalu tarifnya apakah multi tariff atau single tariff. Nah, ini menurut saya butuh kajian dan riset yang lebih dalam dan lebih luas,” pungkas Shohibul. (Yudis/*)