Bandara Kertajati Perlu Dialihkan Menjadi Pusat Industri Pertahanan

JAKARTA (18 Februari): Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, mendorong optimalisasi alih fungsi strategis bandara di Jawa Barat, khususnya terkait masa depan Bandara Internasional Kertajati dan Bandara Husein Sastranegara.

“Melihat memang kondisi Kertajati, saya kira sulit untuk kita optimalkan. Dengan transportasi hubungan ke Bandara Kertajati itu, saya agak pesimis untuk kita maksimalkan secara maksimal sebagai bandara komersial,” ujar Syarief dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Sebagai solusi, legislator Fraksi Partai NasDem itu mengusulkan agar Kertajati dialihkan menjadi pusat industri pertahanan nasional yang terintegrasi.

“Kenapa itu tidak digunakan saja sebagai pusat pertahanan industri nasional? Sehingga mungkin di situ bisa dipusatkan semua. Bandara Husein itu bisa dijadikan bandara angkatan udara, direlokasi ke sana, sehingga semuanya terpusat menjadi pusat industri pertahanan nasional,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya mendampingi pimpinan DPR dalam kunjungan kerja ke Bandara Husein di Bandung. Dari hasil peninjauan tersebut, ia melihat adanya dinamika positif sejak kembali dibukanya aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

“Sejak dibukanya Bandara Husein sekarang di Bandung itu sudah lumayan, sudah ada beberapa maskapai yang membuka di sana. Dulu dari Kuala Lumpur dan lain-lain juga membuka penerbangan di sana,” katanya.

Menurut Syarief, penguatan peran Bandara Husein sebagai bandara komersial akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bandung dan Jawa Barat, sementara Kertajati dapat difokuskan pada fungsi strategis nasional.

“Sehingga ini dua sisi yang bisa bermanfaat, baik untuk pertumbuhan ekonomi daerah maupun untuk kepentingan strategis nasional,” pungkasnya. (Yudis/*)

Add Comment