Viktor Dorong Transformasi Energi untuk Entaskan Kemiskinan di NTT

KUPANG (21 Februari): Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menegaskan bahwa kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan disebabkan oleh ketiadaan sumber daya alam (SDA), melainkan karena potensi energi dan infrastruktur yang belum dikelola secara optimal.

“NTT miskin bukan karena dia memang tidak mempunyai sumber daya alam. Miskinnya NTT karena tidak dikerjakan kekayaannya secara baik dan tidak terus mampu meningkatkan profesionalitas di setiap bidangnya,” tegas Viktor dalam diskusi bertema ‘Peran Strategis Pertamina dalam Optimalisasi Pemanfaatan Gas Bumi’, di Kupang, NTT, Sabtu (21/2/2026).

Viktor menyoroti persoalan energi yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di NTT. Ia menyebut, ketergantungan masyarakat pada kayu bakar dan minyak tanah menunjukkan perlunya transformasi energi yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Kita tahu bahwa NTT paling banyak pakai kayu api nomor satu untuk energi. Gas hampir pasti belum terlalu banyak. Minyak tanah itu sebagai energi yang selalu dipakai oleh orang NTT,” ujarnya.

Menurut legislator asal NTT itu, persoalan distribusi minyak tanah bahkan kerap menjadi masalah serius, terutama saat kuota dikurangi.

“Apalagi biasanya kalau Desember, pertarungannya setengah mati karena kuota untuk memperoleh minyak tanah di NTT itu dikurangi. Itu paling punya persoalan besar,” katanya.

Oleh karena itu, Viktor mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ia berharap peran Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertamina dapat semakin diperkuat untuk membantu masyarakat di wilayah timur Indonesia.

“Kita sudah harus meninggalkan itu ke depan. Gas bumi menjadi pilihan lain daripada energi untuk penggunaan masyarakat. Kita harapkan ini terus menjadi kekuatan penggerak ekonomi dari NTT,” ujarnya.

Selain gas bumi, Viktor juga menekankan pentingnya pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Ia mencontohkan Pulau Sumba yang memiliki potensi energi surya sangat besar.

“Kita tahu salah satu daerah yang sangat panas di NTT adalah Sumba. Itu pulau yang punya panas matahari sangat luar biasa,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan kawasan tambak udang seluas 2.000 hektare di Sumba Timur yang didesain sekaligus memproduksi energi baru terbarukan.

“Mereka paling lambat bulan Mei ini sudah mulai. Itu sangat baik dan kita harapkan memperkenalkan energi baru terbarukan di NTT terus berkembang dan menjadi kekuatan,” jelas Viktor.

Tak hanya gas dan energi surya, ia juga membuka peluang pengembangan hidrogen sebagai sumber energi masa depan. Menurutnya, jika potensi energi dikelola serius, NTT dapat keluar dari status provinsi miskin dan menjadi daerah yang maju.

“Kalau ini dikerjakan dengan baik, NTT tidak lagi menjadi daerah yang miskin, tetapi daerah yang sangat kaya. Kekayaan NTT itu luar biasa, eksotiknya luar biasa. Kita hanya kalah pada infrastruktur dan persiapan energi,” tegasnya.

Viktor juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berhenti pada kepuasan moral semata, tetapi benar-benar menyentuh persoalan mendasar kemiskinan.

“Bahagia itu beda dengan miskin. Bahagia itu perasaan, tapi kemiskinan itu etik pembangunan. Kita tidak boleh berhenti pada rasa puas, tetapi harus menyelesaikan masalah pokoknya,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Viktor berharap forum diskusi tersebut tidak sekadar menjadi ajang bertukar gagasan, tetapi melahirkan langkah konkret dan terobosan nyata.

“Agar kita tidak hanya sampai pada berdiskusi, tetapi mampu melahirkan terobosan-terobosan kerja yang baik untuk kepentingan bangsa dan negara, khusus untuk kita semua makin maju dan tidak ketertinggalan oleh daerah lain,” pungkasnya. (Yudis/*)

Add Comment