Safari Ramadan NasDem Dimulai dari Pesantren Al Maghfiroh
BEKASI (21 Februari): Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah Partai NasDem yang dipimpin Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa, diawali dengan kunjungan ke Pesantren Al Maghfiroh, Kabupaten Bekasi, Sabtu (21/2).
Rombongan yang secara resmi dilepas langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, sebagai bagian dari agenda silaturahmi.
Kegiatan di Pesantren Al Maghfiroh dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, jajaran pengurus pusat, pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, anggota DPRD Kabupaten dan Kota Bekasi, serta jajaran pengurus DPD dan DPC Partai NasDem.
Dalam sambutannya, Saan Mustopa menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pesantren Al Maghfiroh atas sambutan yang diberikan. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai sebuah kehormatan karena dapat bersilaturahmi langsung dengan para kyai, asatidz, dan santri.
“Jika kita melihat sejarah, pesantren memiliki kontribusi besar terhadap negara ini. Dan hari ini, di tengah perkembangan dunia digital dan teknologi yang begitu cepat, pesantren tetap memiliki peran yang sangat strategis,” kata Saan Mustopa yang juga menjabat Wakil Ketua DPR RI.
Saan menegaskan bahwa pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa Indonesia dan hingga kini tetap berperan menjaga moralitas bangsa. Menurutnya, di tengah perkembangan dunia digital yang begitu pesat, pesantren masih memiliki peran strategis, terutama dalam pembentukan akhlak generasi muda.
“Kami ingin hadir untuk membawa kebaikan dan kebermanfaatan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk apresiasi terhadap pesantren sebagai penjaga nilai dan akhlak,” kata Saan Mustopa.
Ia menambahkan, Safari Ramadan ini juga menjadi momentum untuk memohon doa dan keberkahan dari para kyai dan santri, sekaligus menegaskan pesantren sebagai salah satu pilar pembentukan karakter bangsa.
Safari Ramadan 1447 Hijriah ini akan berlangsung selama 15 hari dan menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara tokoh nasional, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan.
(SMC/WH/AS)