Saan Mustopa: Politik Tanpa Mahar Harus Terus Dijaga
KARAWANG (22 Februari): Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan komitmen partainya untuk terus menjaga prinsip politik tanpa mahar sebagai fondasi moral dalam setiap kerja politik. Penegasan tersebut disampaikan Saan dalam konsolidasi politik Daerah Pemilihan (Dapil) 7 Jawa Barat yang digelar di kawasan Karawang, Jawa Barat, Sabtu (21/2).
Kegiatan konsolidasi ini dilaksanakan dalam rangkaian silaturahmi DPP Partai NasDem ke sejumlah pondok pesantren, pada hari pertama Safari Ramadan. Menurut Saan, silaturahmi ke pesantren dan konsolidasi politik merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan.
“Setelah kita bersilaturahmi dan ngalap berkah dari para kyai dan santri, tentu energi moral itu harus kita teruskan dalam kerja-kerja politik yang lebih terstruktur. Spirit keikhlasan dan nilai-nilai yang kita serap dari pesantren harus menjadi fondasi dalam membangun kekuatan politik yang sehat,” ujarnya.
Agenda konsolidasi tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim beserta jajaran pengurus DPP, pengurus DPW Partai NasDem Jawa Barat, seluruh pengurus DPD se-Dapil 7 Jawa Barat yang meliputi Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta, hingga tingkat DPC, serta anggota DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota se-Dapil 7 Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Saan memaparkan peta elektoral Partai NasDem dalam tiga pemilu terakhir sebagai bahan refleksi bersama. Ia menyebutkan, sejak Pemilu 2014 hingga 2024, khususnya di Pulau Jawa, terdapat tren penguatan yang konsisten meskipun kompetisi berlangsung ketat.
Pada Pemilu 2014, dari 39 dapil di Pulau Jawa, terdapat 24 dapil yang belum terisi. Jumlah tersebut menurun menjadi 18 dapil yang belum terisi pada Pemilu 2019, dan kembali berkurang menjadi 12 dapil yang belum terisi pada Pemilu 2024.
“Data ini menunjukkan bahwa kerja-kerja konsolidasi yang kita lakukan membuahkan hasil. Tetapi tantangan ke depan tidak akan lebih ringan. Tahun 2029 akan jauh lebih kompetitif,” tegasnya.
Saan menekankan bahwa konsolidasi Dapil 7 Jawa Barat harus dimaknai sebagai penguatan akar partai melalui struktur yang solid dari tingkat pusat hingga ke tingkat paling bawah, termasuk DPRT dan TPS.
“Dinamika dalam partai itu wajar. Organisasi besar pasti berdinamika. Yang penting adalah bagaimana dinamika itu menghasilkan soliditas, bukan perpecahan. Soliditas hanya bisa dibangun jika struktur kita kuat dan saling percaya,” katanya.
Terkait prinsip politik tanpa mahar, Saan menegaskan komitmen tersebut harus terus dijaga sebagai niat awal berdirinya Partai NasDem.
“Partai ini didirikan dengan niat yang baik. Jika hulunya bersih, maka alirannya pun akan bersih. Kita harus menjaga niat baik itu agar politik yang kita jalankan benar-benar menghadirkan kemaslahatan dan kebaikan,” ujarnya.
Ia menilai, peningkatan jumlah kursi legislatif dari Partai NasDem dalam beberapa periode terakhir merupakan indikator bertambahnya kepercayaan publik. Namun, capaian tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Kepercayaan publik adalah amanah. Kita harus menjawabnya dengan konsistensi, kerja nyata, dan penguatan struktur hingga ke akar rumput,” pungkasnya.
Konsolidasi Dapil 7 Jawa Barat ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk memperkuat kesiapan menghadapi kontestasi politik 2029 sekaligus memperteguh soliditas internal dan sinergi antarstruktur partai di wilayah Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Purwakarta.
(SMC/WH/AS)