Tanggul Sungai Tuntang Sering Jebol, Legislator NasDem Dorong Pencegahan dari Hulu
GROBOGAN (24 Februari): Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Sri Wulan, meninjau langsung lokasi tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang, Desa Tenanding, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), bersama BPBD Jateng, BPBD Grobogan, BBWS Pemali Juana, BNPB serta Kepala Desa Setempat, Minggu (22/2/2026).
Wulan menyoroti sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab jebolnya tanggul, di antaranya derasnya debit air akibat curah hujan tinggi serta minimnya pengendalian aliran air dari wilayah hulu sungai.
Menurutnya, kondisi bantaran Sungai Tuntang yang saat ini banyak ditanami tanaman keras turut memperburuk situasi. Tanaman tersebut dinilai dapat menghambat aliran air kembali ke badan sungai, sehingga meningkatkan tekanan terhadap tanggul saat terjadi luapan.
“Bantaran sungai sebenarnya sudah cukup luas, tetapi di dalamnya ditanami tanaman keras yang justru memperlambat aliran air kembali ke sungai. Hal ini menjadi salah satu yang memicu luapan hingga menyebabkan tanggul jebol,” ujar Wulan.
Ia juga menambahkan bahwa struktur tanah tanggul berpotensi menjadi rapuh akibat aktivitas biota seperti kepiting atau yuyu yang membuat lubang di dalam tanah, sehingga mempercepat kerusakan saat debit air meningkat.
Untuk itu, Wulan menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang melalui studi kelayakan pengendalian air di wilayah hulu. Ia mendorong adanya kajian teknis terkait kemungkinan pembangunan bendungan atau infrastruktur pengendali lainnya guna memperlambat laju air sebelum mencapai hilir.
Selain itu, peninggian elevasi tanggul di titik-titik rawan juga dinilai perlu dilakukan guna mencegah limpasan air saat intensitas hujan tinggi.
Legislator dari Dapil Jateng III (Kabupaten Blora, Grobogan, Pati, dan Rembang) itu turut menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan bantaran sungai. Ia meminta adanya sosialisasi masif agar warga tidak menanam pohon sembarangan di area tanggul yang berpotensi merusak struktur tanah.
Sementara itu, proses perbaikan tanggul yang jebol saat ini masih terus berlangsung. Hingga Minggu (22/2/2026) siang, progres penebalan tanggul dilaporkan telah mencapai sekitar 70%.
Staf Bidang Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 BBWS Pemali Juana, Heriyandi Pratama, menyampaikan bahwa lubang pada tanggul telah tertutup sepenuhnya. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penguatan struktur menggunakan jumbo bag, pemadatan tanah timbunan, serta pemasangan bronjong sebagai tahap akhir perkuatan permanen.
Menutup tinjauannya, Wulan berharap pemerintah daerah hingga tingkat desa dapat meningkatkan pengawasan di sepanjang aliran Sungai Tuntang serta melakukan langkah preventif secara kolektif agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (jateng.nasdem.id/*)