NasDem Diskusikan Dampak Konflik Global terhadap Ekonomi dan Energi Indonesia
CIKINI (12 Maret): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem menggelar diskusi internal membahas eskalasi krisis geopolitik di kawasan Selat Hormuz serta potensi dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan fiskal Indonesia, Kamis (12/3).
Diskusi dimoderatori oleh Ketua Koordinator Bidang Kebijakan Publik dan Isu Strategis DPP Partai NasDem Suyoto. Sejumlah narasumber hadir dalam forum itu, di antaranya mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, Ketua Bidang Ekonomi DPP Partai NasDem Millie Stephanie Lukito serta Anggota Dewan Pakar DPP Partai NasDem Shanti Ramchand Shamdasani.
Turut hadir Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim, para pengurus DPP Partai NasDem, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, serta sejumlah kepala daerah yang merupakan kader Partai NasDem.
Dalam paparannya, Marty Natalegawa menekankan pentingnya memastikan kepentingan nasional Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam menentukan kebijakan, terutama di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
“Saya kira setiap pemerintahan tentunya berketetapan untuk bisa menetapkan kepentingan nasional senantiasa terdepan dalam menentukan kebijakan dalam situasi saat ini yang serba tidak menentu dari segi perkembangan internasional,” ujar Marty.
Ia menilai, dunia saat ini tengah menghadapi berbagai gejolak geopolitik, termasuk konflik di berbagai kawasan dan serangan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran. Dalam kondisi tersebut, Indonesia perlu memiliki kemampuan untuk secara jelas mendefinisikan kepentingan nasional dalam menghadapi dinamika global.
Marty juga menekankan pentingnya memetakan tingkat keterpaparan Indonesia terhadap dampak gejolak global, baik dari sisi energi, pangan, maupun sektor strategis lainnya.
“Kita perlu, di tengah situasi yang serba tidak pasti, untuk memastikan atau memetakan keterpaparan kita terhadap gejolak-gejolak ini, apakah dari segi kebutuhan energi, pangan, atau bahkan risiko terhadap pasokan pupuk secara global,” katanya.
Dengan pemetaan tersebut, menurutnya, pemerintah dapat menyiapkan langkah mitigasi yang tepat, seperti diversifikasi sumber pasokan maupun penguatan kapasitas produksi di dalam negeri.
Ia juga menyoroti hubungan baik antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama ini, baik secara bilateral maupun dalam berbagai forum internasional.
“Iran dan Indonesia adalah dua negara yang bersahabat dengan sangat baik selama ini, bukan hanya secara bilateral tetapi juga dalam berbagai forum multilateral seperti di PBB dan Gerakan Non-Blok,” ujarnya.
Sebagai negara sahabat, Marty berharap konflik yang terjadi dapat segera dihentikan serta kedaulatan dan keutuhan wilayah Iran dihormati oleh semua pihak.
Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem yang juga Kapoksi Partak NasDem di Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI sekaligus anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengatakan hasil diskusi tersebut akan menjadi masukan penting bagi Fraksi Partai NasDem di DPR dalam merespons dinamika geopolitik global.
Menurut Amelia, forum diskusi tersebut memberikan banyak perspektif mengenai bagaimana politik luar negeri Indonesia harus tetap selaras dengan kepentingan nasional di tengah perkembangan global yang semakin kompleks.
“Dari diskusi ini, sangat banyak sekali insight disampaikan, utamanya bagaimana politik luar negeri kita ini seiring dengan kepentingan nasional kita,” kata Amelia.
Ia menilai, konflik global saat ini tidak hanya berbentuk perang militer, tetapi juga mencakup persaingan politik dan pasar global yang dampaknya dapat dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk kebijakan ekonomi yang mampu meredam dampak gejolak global.
“Upaya mitigasinya dapat kita sampaikan kepada pemerintah, misalnya paket mitigasi ekonomi untuk menghadapi berbagai kemungkinan ke depan,” ujarnya.
Amelia menambahkan berbagai isu strategis yang dibahas dalam forum tersebut nantinya akan menjadi referensi bagi Fraksi Partai NasDem dalam menyuarakan sikap dan kebijakan di parlemen.
(WH/AS)