Legislator NasDem Ingatkan tentang Efisiensi Energi di Proyek Strategis Nasional
JAKARTA (31 Maret): Anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, mendorong Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk segera menerapkan langkah penghematan energi di kawasan IKN, seiring meningkatnya ketidakpastian harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah.
Menurut Bey, dinamika global tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional, sehingga langkah antisipatif melalui efisiensi energi menjadi penting, termasuk di proyek strategis seperti IKN.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/3/2026), Bey secara langsung meminta Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk menginisiasi gerakan penghematan energi di IKN.
“Saya harap juga di IKN juga, terkait program penghematan terkait listrik, terkait energi di IKN juga mohon Pak Bas melakukan gerakan penghematan juga,” kata Ujang.
Ia menilai, langkah efisiensi energi tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas anggaran, tetapi juga sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak gejolak energi global.
Sebagai contoh, Bey menyebut DPR RI telah lebih dulu menerapkan kebijakan penghematan energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM), melalui kebijakan internal.
“Kemarin juga alhamdulillah DPR lewat Kesekjenan DPR sudah menyampaikan surat edaran terkait tentang penghematan kelistrikan, BBM di kantor DPR,” ucap dia.
Bey berharap kebijakan serupa dapat diadopsi di IKN, sehingga pembangunan ibu kota baru tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga efisiensi dan keberlanjutan energi di tengah tantangan global yang kian dinamis. (Yudis/*)