Legislator NasDem Ingatkan WFH Bukan Libur Panjang
JAKARTA (2 April): Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey, memperingatkan agar kebijakan mengenai kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk berlibur Panjang.
“Memang kemarin ada beberapa kekhawatiran dari teman-teman di Komisi II, jangan sampai kebijakan WFH akhir pekan itu dianggap sebagai libur panjang, dan digunakan sebagai ajang berlibur dengan keluarga maupun nongkrong bersama teman-teman,” ungkap Bey di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Barat IX yang meliputi Subang, Majalengka, Sumedang itu menuturkan, pemerintah perlu mengantisipasi kekhawatiran para anggota DPR tersebut. Jika ada ASN yang melanggar, katanya, pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas dan terukur.
“Sebagus apa pun kebijakan jika tidak diindahkan dan tidak ada sanksi bagi yang melanggarnya, saya kira percuma, hanya menjadi bahan cibiran masyarakat,” tukasnya.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Majalengka itu meyakini, pemerintah sudah mengkaji dan menghitung dengan penuh pertimbangan sebelum mengambil langkah kebijakan WFH hari Jumat. Sebab, terlepas dari apa pun, kebijakan penghematan BBM memang perlu dilakukan sesegera mungkin oleh pemerintah, mengingat kapan perang Iran vs Israel-AS berakhir belum diketahui.
“Sambil kebijakan berjalan, pemerintah tentunya perlu menganalisis apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari kebijakan tersebut ke depan sebagai bahan evaluasi, apakah kebijakan tersebut bisa diubah waktunya atau ditambah. Semua tergantung seberapa efektif kebijakan itu berdampak terhadap penghematan BBM,” pungkasnya. (RO/*)