Teknologi BMKG Harus Diimbangi Komunikasi yang Efektif
BANDUNG (7 April): Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara Suardi, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi dalam mendeteksi bencana harus diimbangi dengan komunikasi yang efektif kepada masyarakat agar benar-benar berdampak pada keselamatan publik.
“Secara teknis dan akurasi data, BMKG sudah sangat baik. Persoalannya sekarang bukan hanya soal data, tetapi bagaimana pesan itu sampai ke masyarakat agar mereka bisa melakukan antisipasi secara mandiri,” ujar Teguh seusai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V, di Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/4/2026).
Ia mengapresiasi peningkatan kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), namun menyoroti masih rendahnya literasi kebencanaan di masyarakat sebagai celah krusial dalam sistem mitigasi.
Mengingat peristiwa gempa Cianjur-Sukabumi tahun 2022 yang menimbulkan ratusan korban jiwa, Teguh menekankan pentingnya pemanfaatan data historis dan aktivitas seismik sebagai dasar peringatan dini yang lebih proaktif.
Menurutnya, meskipun waktu gempa tidak bisa diprediksi secara pasti, pola risiko yang telah terbaca harus diterjemahkan menjadi edukasi masif sebelum bencana terjadi.
Ia mendorong agar sosialisasi kebencanaan diperkuat, khususnya di sekolah dan komunitas, sehingga masyarakat memiliki kesiapsiagaan sejak dini.
Selain itu, Teguh mengusulkan transformasi pendekatan komunikasi BMKG di era digital. Ia mendorong pemanfaatan sumber daya manusia muda sebagai ‘influencer’ internal untuk menyampaikan edukasi kebencanaan melalui media sosial, serta penyederhanaan istilah teknis agar lebih mudah dipahami publik.
Menurutnya, peran guru juga penting sebagai ujung tombak edukasi kebencanaan, sehingga kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi menjadi budaya di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Teguh juga menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pembangunan nasional dengan mengintegrasikan aspek mitigasi bencana secara menyeluruh.
“Kita tidak boleh hanya berdamai dengan bencana. Kita harus meningkatkan kesiapan. Integrasi mitigasi dalam pembangunan dan penguatan sekolah lapang bagi petani serta nelayan adalah langkah jangka panjang yang harus kita kawal bersama,” tegasnya. (Yudis/*)