Ambil Hikmah dari Konflik Geopolitik untuk Bangun Kemandirian Ekonomi

TANGERANG (9 April): Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Rachmat Gobel, menilai konflik geopolitik global yang tengah berlangsung tidak hanya berdampak pada tatanan politik dunia, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, dinamika global tersebut perlu dicermati secara serius, tidak hanya dari sisi politik, tetapi juga untuk mengambil pelajaran strategis bagi penguatan posisi Indonesia ke depan.

“Ini perlu dibahas, terus tentu apa yang bisa kita ambil hikmah dari isu politik dunia ini, dan apa yang harus terjadi, bagaimana Indonesia berperan untuk bisa mengatasi masalah-masalah yang ada di dunia,” kata Gobel dalam Rapat Koordinasi BKSAP DPR RI bertema Prospek Diplomasi Parlemen di Tengah Konflik Global, di Tangerang, Banten, Rabu (8/4/2026).

Menyoroti dampak konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terhadap perekonomian global, Gobel menilai bahwa situasi tersebut turut memengaruhi kondisi dalam negeri.

Maka dari itu, Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian ekonomi nasional sebagai respons atas situasi tersebut.

“Hikmah apa yang bisa kita ambil? Tentu adalah kita harus bisa membangun kemandirian. Mengambil contoh bagaimana Iran bertahan, ini bisa kita ambil,” ujarnya.

Menurutnya, tingkat ketergantungan Indonesia terhadap impor masih cukup tinggi, padahal Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah.

“Di Indonesia ini masalahnya kemandirian ini tidak kelihatan, karena impor kita ini masih tinggi sekali. Padahal kita juga punya kekayaan, kenapa kita tidak bisa?” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan kemandirian tidak hanya dapat dipelajari dari Iran, tetapi juga dari negara lain seperti Jepang yang mampu menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

“Kita tidak hanya bicara politiknya saja, tapi bicara juga ekonominya, dengan belajar dari bagaimana Iran maupun negara-negara lain. Ada seperti Jepang yang tidak punya sumber daya alam yang kuat, tapi dia bisa menjadi negara kuat. Kita punya semuanya, kenapa kita tidak bisa itu?” jelasnya. (dpr.go.id/*)

Add Comment