Legislator NasDem: Distribusi Bantuan dan Infrastruktur Batang Dua Perlu Perhatian Serius

TERNATE (14 April): DPRD Kota Ternate bersama rombongan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), serta Sekretaris Daerah Kota Ternate melakukan kunjungan ke pulau terluar Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, pascagempa bermagnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) pagi, Waktu Indonesia Timur (WIT).

Gempa tersebut menimbulkan kerusakan di sejumlah titik di Pulau Batang Dua. Sekitar 200 rumah warga dilaporkan rusak parah, termasuk rumah ibadah.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Partai NasDem Nurlaela Syarif yang turun langsung ke lokasi pada Sabtu (11/4/2026), menyampaikan bahwa hasil tinjauan menemukan berbagai keluhan dari korban gempa, terutama terkait kondisi pascabencana dan status informasi dari BMKG.

Menurutnya, kejelasan informasi sangat dibutuhkan agar masyarakat yang berada di camp pengungsian merasa lebih nyaman, mengingat masih terjadi gempa susulan.

“Banyak keluhan para warga Batang Dua, diantaranya soal distribusi bantuan bencana perlu secara merata dan distribusinya tepat sasaran, serta kondisi jalan lingkar Batang Dua,” ujar Nurlaela.

Selain itu, Nurlaela juga memberikan apresiasi kepada tim medis yang dinilai cepat tanggap dalam memberikan pelayanan kepada warga pengungsi.

“Apresiasi untuk para tim kesehatan pasca gempa di Batang Dua, kami juga pastikan kiranya jaminan untuk para Nakes (Tenaga Kesehatan) yang ikut memberikan pelayanan di Batang Dua, agar selama pelayanan, hak-haknya terpenuhi dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” lanjutnya.

Warga juga mengeluhkan kerusakan sarana dan prasarana, khususnya jalan lingkar Batang Dua yang rusak di hampir semua titik. Selain itu, kondisi jembatan di pelabuhan Kelurahan Mayau dinilai sangat darurat karena hanya menggunakan material kayu yang berisiko, serta terbatasnya akses layanan internet untuk kebutuhan komunikasi.

Selain fokus pada pemulihan pascagempa, Srikandi NasDem Ternate itu juga berharap, ke depan, Batang Dua mendapat perhatian serius dari pemerintah kota.

“Akses transportasi ke Batang Dua masih sangat memprihatinkan, Batang Dua sebagai salah satu pulau terluar perlu ada perhatian khusus. Namun kendala fiskal pemangkasan dana transfer pusat ke daerah dipastikan akan menjadi kendala bagi prioritas pembangunan Batang Dua ke depan. Pemkot harus menyiapkan konsep matang dan berkelanjutan agar pemerintah pusat bisa ikut serta memperhatikan kondisi Batang Dua,” tutup Nurlaela.

(WH/AS)

Add Comment