Perlu Evaluasi Strategis perihal Keselamatan Prajurit TNI yang Bertugas di Lebanon

JAKARTA (27 April): Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon harus menjadi evaluasi strategis. Namun, bukan alasan untuk menarik pasukan dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam misi tersebut merupakan bagian penting dari diplomasi pertahanan sekaligus wujud komitmen terhadap perdamaian dunia.

“Ini bukan sekadar tragedi, tetapi alarm strategis. Indonesia tidak boleh mengambil langkah reaktif dengan menarik pasukan,” ujar Amelia, Minggu (27/4/2026).

Namun demikian, Amelia menekankan bahwa keselamatan prajurit adalah hal yang tidak bisa ditawar. Karena itu, ia mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penugasan.

Ia mengusulkan tiga langkah utama, yakni peningkatan perlindungan prajurit sesuai ancaman aktual, penyesuaian mandat operasional dalam kerangka PBB, serta audit total kesiapan misi mulai dari pelatihan hingga sistem komando di lapangan.

Amelia juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan misi tanpa mengorbankan keselamatan personel.

“Bukan mundur dari medan tugas, tetapi memastikan negara hadir penuh dalam melindungi setiap prajuritnya,” tegas legislator dari Dapil Jateng VII itu.

Ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia harus tetap berjalan seiring dengan jaminan keamanan maksimal bagi setiap prajurit yang bertugas. (Yudis/*)

Add Comment